Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Salatiga bersama jajaran melaksanakan audiensi dengan Wali Kota, Pj. Sekretaris Daerah, Asisten Sekda Bidang Perekonomian, Kepala Bagian Perekonomian Setda, serta Plt. Kepala BPKPD Kota Salatiga pada Kamis (18/12/2025) pagi. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Wali Kota tersebut bertujuan membahas Rencana Strategis (Renstra) Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Kota Salatiga Tahun 2025 sebagai dasar pengelolaan, alokasi sumber daya, dan peningkatan kinerja.
Direktur RSUD Kota Salatiga, dr. Ita Rima Rahmawati, Sp.Rad., memaparkan arah pembangunan fisik dan nonfisik RSUD untuk periode 2026–2030.
“Secara umum, RSUD saat ini memiliki 30 layanan rawat jalan. Berdasarkan kinerja pelayanan tahun 2020–2024, indeks kepuasan masyarakat meningkat dari 84% pada 2020 menjadi 88,57% pada 2024. Capaian pendapatan juga tercatat selalu melampaui target lebih dari 100% setiap tahun. Ke depan, kami merencanakan penyediaan layanan vaksin dan MCU berstandar internasional, penambahan layanan trauma center pascarawat inap, eye center, layanan KIA, jantung, unit stroke, dan layanan kanker. Kami juga merencanakan pembangunan gedung baru pada tahun 2029, sehingga alokasi anggaran modal kami fokuskan ke sana,” jelasnya.
Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., menyampaikan dukungan terhadap rencana peningkatan layanan RSUD.
“Terkait pengembangan pelayanan, saya setuju. Namun perlu diprioritaskan layanan yang paling dibutuhkan. Untuk layanan kanker, di Rumah Sakit Ken Saras dan RSPAW sudah tersedia sehingga RSUD bisa mempertimbangkan fokus lain, seperti peningkatan kemampuan diagnostik. Melihat tren peningkatan populasi lansia di Salatiga dan angka harapan hidup yang tinggi, layanan geriatri memiliki peluang besar. Bukan hanya merawat penyakitnya, tetapi menjadikan lansia lebih berdaya,” tegasnya.
Wali Kota Robby juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama bagian front office dan layanan nonmedis, guna memperkuat indeks kepuasan masyarakat dan kenyamanan pasien.
Beliau turut mengingatkan agar tim dokumentasi dan media sosial RSUD aktif mempublikasikan kegiatan serta layanan yang tersedia. Selain sebagai upaya branding dan pemasaran, langkah tersebut bertujuan meningkatkan akses informasi kepada masyarakat.
Pembahasan Renstra BLUD RSUD Kota Salatiga ini menjadi langkah awal dalam mendorong transformasi layanan kesehatan yang adaptif dan inovatif. Melalui perencanaan jangka menengah yang terarah, RSUD diharapkan mampu menghadirkan layanan yang unggul, berdaya saing, dan berorientasi pada pelayanan prima.





Comments are closed