Bunda Literasi Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Bunda Literasi Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah yang dirangkai dengan penandatanganan Komitmen Bersama Penguatan Gerakan Literasi Berbasis Inklusi Sosial hingga Tingkat Desa/Kelurahan, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Selasa (10/02/2026).

Kegiatan ini dihadiri Bunda Literasi Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, serta diikuti Bunda Literasi dari 35 kabupaten/kota. Bunda Literasi Kota Salatiga hadir didampingi Dinas Perpustakaan Daerah, DP3AP2KB, Dinas Pendidikan, serta pengurus TP PKK Kota Salatiga.

Rakor menjadi forum strategis untuk memperkuat peran Bunda Literasi dalam membudayakan literasi hingga tingkat desa dan keluarga. Fokus pembahasan meliputi penguatan literasi berbasis inklusi sosial, optimalisasi peran Bunda Literasi, serta integrasi galeri literasi di Posyandu sebagai ruang edukatif yang dekat dengan masyarakat.

Sejumlah program strategis turut dibahas, antara lain inovasi literasi digital melalui pemanfaatan e-book dan budaya ulasan buku di media sosial, pengembangan micro library serta optimalisasi sekitar 6.000 perpustakaan desa di Jawa Tengah, hingga penguatan relawan literasi dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM).

Bunda Literasi Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menegaskan bahwa literasi merupakan proses transformasi sosial.
“Literasi bukan sekadar baca tulis, tetapi kemampuan mengelola dan memanfaatkan informasi. Bunda Literasi harus menjadi penggerak, kolaborator, sekaligus edukator literasi, termasuk literasi digital,” tegasnya.

Melalui Rakor dan penandatanganan komitmen ini, gerakan literasi di Jawa Tengah diharapkan semakin terstruktur, kolaboratif, dan berkelanjutan, serta menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Categories:

Tags:

Comments are closed