Di balik tenang dan sejuknya suasana Kota Salatiga, tersimpan sebuah denyut kemanusiaan yang luar biasa. Hal ini tercermin jelas dalam pertemuan khidmat yang berlangsung hari ini, saat PMI Kota Salatiga menyelenggarakan agenda penting: apresiasi untuk para pendonor darah, serah terima Bulan Dana 2025, serta perancangan langkah strategis melalui Musyawarah Kerja Tahun 2026.
Suasana penuh haru terasa ketika deretan pahlawan kemanusiaan melangkah maju untuk menerima apresiasi. Tahun ini, tercatat sebanyak 55 pendonor darah sukarela telah mencapai tonggak sejarah dengan mendonorkan darah mereka sebanyak 25 kali. Sebagai bentuk apresiasi, 8 orang perwakilan dari empat kecamatan di Salatiga menerima piagam penghargaan secara simbolis yang diserahkan langsung oleh Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG.
Wali Kota menyebut momen ini sebagai bukti nyata bahwa semangat berbagi masih tumbuh subur di hati warga. Tak sekadar angka, Robby menyoroti performa Unit Donor Darah (UDD) yang kini mampu memproses hingga ± 10.000 kolf per tahun, sebuah pencapaian signifikan yang memastikan ketersediaan stok darah bagi masyarakat tetap terjaga.
Salah satu poin paling mengesankan dalam laporan tahunan ini adalah capaian Bulan Dana 2025 yang menembus angka Rp524.982.700. Nominal ini bukan sekadar statistik ekonomi, melainkan “indeks kepercayaan” publik terhadap transparansi dan kerja nyata PMI.
Dalam sambutannya yang hangat, Robby menekankan bahwa tantangan ke depan akan selalu ada. Melalui Musyawarah Kerja 2026 yang resmi dibuka hari ini, beliau berharap PMI terus mengoptimalkan kinerjanya agar semakin cekatan dalam memberikan pertolongan.
“Mari kita terus mendukung gerakan ini, baik dengan menyumbangkan dana maupun membantu mensosialisasikan pentingnya kepedulian di lingkungan sekitar kita,” ajak Robby sebelum menutup pidatonya dengan doa agar upaya membangun kemanusiaan di Kota Salatiga senantiasa diridhoi Tuhan Yang Maha Kuasa.
Perwakilan PMI Jawa Tengah, Dr. Yulianto, M.Kes, mengungkapkan kekagumannya atas capaian tersebut. “Meskipun Salatiga termasuk kota dengan risiko bencana yang rendah, kedermawanan warganya melintasi batas geografis. Dana yang terkumpul bahkan telah menjangkau saudara-saudara kita yang tertimpa bencana di Sumatera hingga Aceh,” ungkapnya. Menurutnya, pelayanan responsif melalui posko 24 jam dan kehadiran tim pertolongan pertama di berbagai acara besar telah memperkuat citra positif PMI di mata warga.




Comments are closed