Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., didampingi istri Retno Robby Hernawan, menghadiri acara bersejarah Pembukaan International Congress of the UNION OF PREHISTORIC AND PROTOHISTORIC SCIENCES (UISPP) 2025 di Balairung Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW). Kongres yang mengusung tema “Asian Prehistory Today: Bridging, Science, Heritage, and Development” ini juga dihadiri oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Bapak Dr. H. Fadly Zon, serta Rektor UKSW, Prof. Dr. Intiyas Utami, S.E., M.Si., Ak., dan ratusan delegasi dari 39 negara.
Dalam sambutannya, Robby menyampaikan kehormatan besar bagi kota Salatiga sebagai tuan rumah kongres internasional yang baru pertama kali diselenggarakan di Asia Tenggara ini.
“Good morning, and welcome to the beautiful city of Salatiga,” sapa Robby. Beliau menekankan bahwa Salatiga, yang dikenal sebagai kota harmoni, dengan bangga menyambut para delegasi global.
“This four-yearly event, traditionally held in Europe, is being hosted for the very first time in Southeast Asia, and we are immensely proud that Indonesia, and especially Salatiga has been chosen as its home in 2025,” ujar Robby.
Beliau juga memperkenalkan Salatiga sebagai kota budaya dan pendidikan dengan sejarah tertulis sejak Prasasti Plumpungan abad ke-8. Wali Kota berharap Kongres UISPP 2025 dapat memperkuat komitmen bersama untuk menjaga warisan manusia dan memperdalam pemahaman tentang kisah-kisah yang mempersatukan umat manusia.
Menteri Kebudayaan, Dr. Fadly Zon, S.S., M.Sc., mengawali sambutannya dengan membacakan sebuah pantun yang menggugah:
Di tulang purba tersimpan cerita,
Menapak gua, menyeberang samudera.
Ilmuwan berkumpul di Salatiga,
Nyalakan sejarah peradaban manusia.
Menteri Kebudayaan menegaskan, baik daratan maupun kepulauan (Nusantara), sebagai panggung penting dalam cerita evolusi manusia yang kompleks.
“Indonesia is proud to host this gathering, because the stakes are larger than our national heritage alone. It is the shared prehistoric record of Asia, and in many ways, of the world,” kata beliau.
Fadli Zon memaparkan dua narasi utama tentang Indonesia yaitu Negara Megadiversitas: Indonesia adalah rumah bagi lebih dari 1.340 kelompok etnis dan penjaga 718 bahasa, yang merupakan sekitar 10% warisan linguistik dunia dan Peradaban Tertua di Bumi: Penemuan Pithecanthropus erectus (Manusia Jawa) 135 tahun lalu menjadikan Indonesia fondasi paleo-antropologi. Beliau menyebutkan bahwa lebih dari 50% fosil Homo erectus di dunia ditemukan di Indonesia.
Dalam konteks warisan, Menteri Kebudayaan menyoroti keberhasilan repatriasi Koleksi Dubois (28.131 fosil dan catatan kontekstual dari Jawa dan Sumatra) dari Belanda bulan lalu. “This is a landmark for us. It is an act of restorative justice, a form of historical reconciliation,” tegasnya.
Rektor UKSW, Prof. Dr. Intiyas Utami, menyambut hangat para delegasi. “Good morning and very warm welcome from Satya Wacana Christian University, here in the heart of Salatiga to all delegates from around the world. On behalf of our entire academic community, I am deeply honoured to greet all of you at this historic moment, the opening of the 2025 International Congress of the UISPP,” ujar Rektor.
Beliau menyatakan bahwa UKSW merasa terhormat menjadi tuan rumah kongres ini sebagai bentuk komitmen universitas dalam memajukan ilmu pengetahuan global.
Acara juga diwarnai dengan nuansa budaya yang kaya, termasuk penampilan tarian yang memukau seperti The Enggang Dayak Dance dan Contemporary Creative Dance From Papua, melambangkan keragaman dan kekayaan warisan prasejarah Nusantara





Comments are closed