Komitmen Pemerintah Kota Salatiga dalam mewujudkan pengelolaan sampah berkelanjutan melalui inovasi pengolahan minyak jelantah mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Hal itu mengemuka dalam audiensi Program SEJUTA MIJEL (Sedekah Jelantah untuk Amal) yang dipimpin Ketua TP PKK Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, di Rumah Dinas Wakil Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Rabu (5/8/2026).
Rombongan Pemerintah Kota Salatiga dipimpin Ketua TP PKK Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Salatiga, Dinas Lingkungan Hidup, Bagian Tata Pemerintahan Setda Kota Salatiga, serta Pokja III dan Pokja IV TP PKK Kota Salatiga.
Kedatangan rombongan disambut Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, bersama Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, beserta jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Hadir pula perwakilan BioSirkular dan PT Green Multi Lestari (GML) sebagai mitra pengelolaan minyak jelantah.
Dalam audiensi tersebut, Retno memaparkan Program SEJUTA MIJEL sebagai gerakan kolaboratif yang mengubah limbah minyak jelantah rumah tangga menjadi manfaat ekonomi sekaligus dana sosial melalui konsep ekonomi sirkular. Program yang diinisiasi TP PKK bersama Pemerintah Kota Salatiga ini bertujuan mengurangi pencemaran lingkungan, meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga, serta mengoptimalkan nilai ekonomi minyak jelantah.
Pada tahap awal, program menyasar Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai pelopor perubahan perilaku pengelolaan limbah di lingkungan keluarga dan masyarakat. Hasil penjualan minyak jelantah akan dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan kapasitas kader PKK, pelaksanaan 10 Program Pokok PKK, serta penyediaan sarana dan prasarana pengelolaan minyak jelantah dan botol plastik.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Salatiga dalam menghadirkan solusi inovatif atas persoalan sampah melalui pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, tingginya kepedulian masyarakat Salatiga terhadap lingkungan menjadi modal penting untuk mengembangkan gerakan tersebut secara lebih luas.
Ia menilai Program SEJUTA MIJEL tidak hanya berkontribusi mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga memberikan nilai ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung kegiatan sosial.
Taj Yasin juga mendorong perluasan program melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk melibatkan ASN di seluruh Jawa Tengah. Menurutnya, dukungan kebijakan berupa surat edaran, pembentukan koordinator di setiap daerah, serta penyediaan titik pengumpulan minyak jelantah akan mempercepat implementasi program. Keberadaan fasilitas ATM Jelantah BioDrop juga dinilai dapat memudahkan masyarakat menyalurkan minyak jelantah secara berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terhadap Program SEJUTA MIJEL.
“Program SEJUTA MIJEL merupakan gerakan bersama yang mengajak masyarakat mengubah limbah menjadi manfaat. Minyak jelantah yang selama ini sering dibuang ternyata memiliki nilai ekonomi sekaligus manfaat sosial. Kami berharap gerakan ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dan semakin memperkuat budaya peduli lingkungan melalui semangat gotong royong,” ujarnya.
Retno menambahkan, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan masyarakat, dunia usaha, dan berbagai mitra strategis agar pengelolaan minyak jelantah dapat memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekaligus mendukung program pemberdayaan masyarakat.
Program ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah untuk mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.





Comments are closed