Kamis (10/09/2026), Wali Kota bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Salatiga mengikuti pembukaan Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) Tahun 2026 di Balairung Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW). Kegiatan yang dibuka dengan persembahan tari oleh SD Kristen Satya Wacana ini memiliki berbagai rangkaian kegiatan di antaranya seminar, talk show, pameran inovasi, lomba inovasi, expo inovasi mahasiswa dan dosen, serta forum kerja sama antar lembaga pendidikan tinggi.
Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., menyampaikan bahwa GIHN menjadi perayaan ekosistem inovasi yang hidup yakni dengan memadukan academic excellence, entrepreneurial mindset, dan cultural intelligence.
“Saya pribadi percaya Teras Rektor akan melahirkan banyak gagasan yang cemerlang. Karena forum ini bukan hanya ruang diskusi, tetapi juga ruang konvergensi gagasan, tempat dimana visi akademik bertemu dengan visi pembangunan. Tempat dimana ide-ide strategis dapat bertransformasi menjadi aksi nyata,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia GIHN, Dr. Linda Ariany Mahastani, S.E., M.Sc., menegaskan bahwa inovasi tidak selalu harus diwujudkan melalui produk dengan teknologi tinggi. Lebih dari itu, inovasi dinilai dari kemampuan untuk memberikan dampak dan manfaat bagi masyarakat. Semangat tersebut diwujudkan melalui Lomba Band dan Dance yang diikuti lebih dari 20 tim pelajar dari Salatiga, Semarang, dan Ambarawa. GIHN juga menghadirkan sesi Teras Rektor sebagai ruang perbincangan yang lebih santai dan terbuka.
“Kita juga menghadirkan sesi Teras Rektor, karena sebetulnya melalui ruang-ruang perbincangan santai di teras-teras yang santai, kita bisa menghadirkan kolaborasi-kolaborasi dan melihat bagaimana kolaborasi perguruan tinggi ini bisa mbermanfaat untuk masyrakat di sekitar kita,” jelasnya.
Melalui GIHN Tahun 2026, inovasi tidak hanya hadir dalam bentuk teknologi dan produk, tetapi juga melalui gagasan, seni, kreativitas, serta kolaborasi yang membuka ruang bagi berbagai pihak untuk tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat.








Comments are closed