Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG, memimpin audiensi terkait Pemaparan Kuesioner Self Assessment Indeks Kota Toleran (IKT) Tahun 2025 di Ruang Kerja Wali Kota, Kamis (29/01/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Salatiga dalam memperkuat posisi sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menyampaikan apresiasi atas kerja keras tim dalam menyusun dokumen self assessment yang menjadi bukti nyata komitmen Salatiga dalam menjaga dan merawat toleransi.
Robby mengucapkan terima kasih atas pemaparan yang telah dilakukan serta mencatat adanya kemajuan dan berbagai terobosan signifikan dalam tata kelola toleransi di Salatiga. Meski demikian, ia menekankan pentingnya pembaruan payung hukum dan peraturan daerah agar selaras dengan dinamika sosial masyarakat saat ini.
“Harus ada terobosan baru dalam regulasi. Sebagai contoh kecil, kebijakan mendengarkan lagu kebangsaan Indonesia Raya perlu diperluas pelaksanaannya di berbagai ruang publik untuk memperkuat semangat nasionalisme,” ujar Robby.
Wali Kota juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan kesempatan bagi seluruh etnis untuk berkiprah di Bumi Salatiga, baik melalui kegiatan keagamaan maupun kebudayaan. Salah satu program yang ditekankan adalah “Patlikuran”, yang dinilai memiliki peran strategis dalam pendidikan karakter.
“Melalui Patlikuran, kita menanamkan budaya dan karakter baik kepada anak-anak sejak usia dini. Karakter toleran adalah bagian dari jati diri masyarakat Salatiga. Pemerintah Kota memberi ruang seluas-luasnya bagi pengembangan seni dan budaya, didukung banyak komunitas yang aktif merawat keberagaman, seperti PAKASA yang baru saja dilantik,” tambahnya.
Dalam audiensi tersebut, perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Kyai Rofiq, turut memberikan masukan strategis, khususnya terkait inovasi di bidang kesehatan. Ia mengingatkan keberhasilan program kesehatan lintas agama yang menonjol pada kurun waktu 2019–2020.
“Kami melihat perlunya menghidupkan kembali serta menonjolkan data kesehatan lintas agama. Ini aspek yang mendesak untuk ditambahkan dalam dokumen IKT agar menunjukkan bahwa kerukunan di Salatiga juga menyentuh kesejahteraan dasar masyarakat,” ungkapnya.
Pemaparan ini juga menunjukkan tren positif Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) Kota Salatiga, yang meningkat dari 74,28 pada tahun 2022 menjadi 78,98 pada tahun 2024. Capaian tersebut menjadi indikator pendukung kuat bagi penguatan nilai toleransi di Kota Salatiga. Pemerintah Kota optimistis mampu mencapai skor 80 (kategori Sangat Tinggi) pada tahun 2030, sejalan dengan visi Salatiga BEDA (Bergerak, Energik, Dinamis, dan Adaptif).
Dengan penguatan aspek kesehatan lintas agama, pelestarian budaya melalui pendidikan anak usia dini, serta dukungan komunitas lintas etnis, Kota Salatiga optimistis dapat terus mempertahankan predikat sebagai salah satu garda terdepan kota toleran di tingkat nasional melalui penilaian IKT oleh SETARA Institute.




Comments are closed