Rabu (11/02/2026) siang, Wali Kota, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., menghadiri High Level Meeting (HLM) yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Hotel Gumaya, Kota Semarang, ini dibuka langsung oleh Gubernur Jawa Tengah dan diikuti Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, serta seluruh kepala daerah se-Jawa Tengah.

Pertemuan tersebut membahas sinergi stabilisasi harga, akselerasi investasi, serta digitalisasi ekonomi guna mendukung Jawa Tengah sebagai provinsi maju dan berkelanjutan.

Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (Purn) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menegaskan bahwa penanganan inflasi, khususnya harga bahan pokok, harus dilakukan melalui kolaborasi antardaerah.
“Hari ini BI mengundang kita dalam high level meeting. Provinsi Jawa Tengah beserta asisten dan kepala OPD tidak mungkin dapat berdiri sendiri tanpa kolaborasi para bupati dan wali kota. Oleh karena itu, pengendalian inflasi harus benar-benar menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Ia juga mendorong kepala daerah untuk mempercepat penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), memperkuat ketahanan pangan rumah tangga, menyerap hasil pertanian wilayah sekitar, melakukan intervensi harga dan pengelolaan cadangan pangan, menggelar gerakan pangan murah, mempercepat realisasi belanja daerah, serta mengoptimalkan transaksi elektronik pemerintah guna mendukung tata kelola yang modern, transparan, dan akuntabel.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah menunjukkan kinerja positif, meski masih perlu ditingkatkan untuk mendukung target pertumbuhan nasional.
“Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah mencapai 5,37 persen year on year (yoy), meningkat dari 4,95 persen pada 2024. Angka ini juga lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan wilayah Jawa sebesar 5,30 persen dan nasional sebesar 5,11 persen. Meski demikian, masih diperlukan penguatan strategi guna mendukung target pertumbuhan nasional 8 persen pada 2029,” jelasnya.

Dalam sesi diskusi, Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., menyoroti kelangkaan kacang tanah yang terjadi di sejumlah pasar tradisional di Kota Salatiga, padahal Jawa Tengah dikenal sebagai salah satu sentra produksi kacang-kacangan. Kondisi tersebut berdampak pada kenaikan harga di tingkat konsumen.

Menanggapi hal itu, Gubernur Luthfi menjelaskan bahwa kelangkaan bahan pokok dapat diatasi melalui kerja sama langsung dengan daerah penghasil utama untuk mendistribusikan komoditas ke daerah yang membutuhkan. Langkah ini dinilai mampu menjaga ketersediaan pasokan sekaligus menekan kenaikan harga dengan meminimalkan peran perantara.

s

Categories:

Tags:

Comments are closed