‎Dalam rangka evaluasi dan monitoring pelaksanaan Program Percepatan Penurunan Stunting di Kota Salatiga, Wakil Wali Kota Salatiga mengikuti Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi A terkait Langkah Strategis Penanganan Stunting di Kota Salatiga pada Kamis (05/02/2025) pagi. Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Garuda Gedung DPRD Kota Salatiga ini turut diikuti oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS).

‎Komisi A DPRD Kota Salatiga, Basirin, menyampaikan maksud dan tujuan dilaksanakannya Rapat Dengar Pendapat kali ini.
“Rapat Dengar Pendapat ini sebagai tindak lanjut di awal tahun, untuk istilahnya mengevaluasi secara baik terkait strategi penurunan stunting. Nanti kami akan lebih banyak mencermati apa yang akan dilaksanakan di tahun 2026.”

‎Wakil Wali Kota Salatiga sekaligus Ketua TPPS, Nina Agustin, melaporkan bahwa meskipun tidak mencapai target, progres penurunan stunting di Kota Salatiga terbilang sudah cukup baik.
“Penurunan stunting saat ini sudah baik menurut saya, yaitu dari targetnya 5,69% di tahun 2025 akan tetapi pencapaian kita di 6,71%. Tentunya penerapan standar ini tetap kita lakukan progres sesuai dengan evaluasi. Adanya evaluasi di tahun 2026 ini kami berharap adanya penurunan yang sangat signifikan sehingga kami berharap bahwasanya Salatiga ini yang sekarang ada di posisi urutan ke-4 terendah di Jawa Tengah dari 25 kabupaten/kota , berharap nanti bisa menempati di urutan pertama.”

‎Dalam Rapat Dengar Pendapat ini Komisi A mengingatkan untuk seluruh OPD dapat berkoordinasi untuk fokus menyelesaikan permasalahan penurunan stunting. Terlebih karena telah diketahui resiko terbesar terjadinya stunting adalah makanan tidak adekuat atau kurangnya nafsu makan, paparan asap rokok (keluarga perokok), dan pola asuh.

Wakil Wali Kota Nina Agustin bersama Pemerintah Kota Salatiga khususnya TPPS akan terus melaksanakan berbagai upaya untuk menurunkan angka stunting di Kota Salatiga, melalui penguatan intervensi gizi spesifik dan sensitif, peningkatan edukasi kepada keluarga, serta pengawasan terpadu terhadap kelompok sasaran berisiko stunting. Ia juga menegaskan bahwa dalam upaya penurunan angka stunting, Pemerintah Kota tidak hanya akan berfokus pada anak dengan kondisi stunting tetapi juga kelompok rentan resiko stunting.

Categories:

Tags:

Comments are closed