Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., membuka Sosialisasi Strategi Promosi dan Pemasaran Event Daerah Kota Salatiga di Hotel Wahid Prime, Sabtu (27/6/2026). Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat daya tarik pariwisata sekaligus meningkatkan kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap perekonomian daerah.

Acara tersebut dihadiri Anggota Komisi VII DPR RI, Jamal Mirdad, serta Kepala Bidang Promosi dan Kemitraan Pelaksanaan Event Daerah Kementerian Pariwisata RI, Eni Komiarti, beserta jajaran Asisten Deputi Event Daerah.

Dalam sambutannya, Robby menyampaikan apresiasi kepada Komisi VII DPR RI dan Kementerian Pariwisata RI yang telah memilih Salatiga sebagai lokasi sosialisasi. Menurutnya, meski memiliki wilayah yang relatif kecil, Salatiga mempunyai modal sosial dan budaya yang kuat, mulai dari predikat Kota Tertoleran, Kota Slow Living, Kota Pensiunan, hingga Kota Kreatif Kuliner.
“Modal tersebut menjadi kekuatan untuk menumbuhkan kreativitas, kolaborasi, dan menghadirkan berbagai event berskala regional, nasional, hingga internasional,” ujarnya.

Robby menambahkan, Salatiga telah sukses menyelenggarakan berbagai agenda, di antaranya UISPP Inter-Regional Conference 2025, Dolan Solotigo, Festival Pasar Sitalang, Festival Singkong, dan Salatiga Night Market. Berbagai kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat citra Kota Salatiga sebagai destinasi wisata berbasis event.

Sementara itu, Jamal Mirdad mengapresiasi suasana Kota Salatiga yang dinilainya nyaman, harmonis, dan menjunjung tinggi nilai toleransi. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi kekuatan yang patut dicontoh daerah lain.
“Kota Salatiga sangat menyenangkan. Harmoni dan toleransinya menjadi kekuatan luar biasa. Saya juga mengapresiasi komitmen Wali Kota dalam menyediakan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat dan kreativitas mereka,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Eni Komiarti menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, legislatif, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat melalui kolaborasi pentahelix dalam memajukan sektor pariwisata.

Ia menjelaskan, sebuah event daerah berpeluang masuk dalam program Karisma Event Nusantara (KEN) apabila memenuhi sejumlah indikator, antara lain kreativitas, tata kelola penyelenggaraan, manajemen keuangan, strategi promosi dan pemasaran, serta dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Selain telah diselenggarakan secara konsisten minimal tiga kali, event juga harus menunjukkan kemandirian melalui dukungan sponsor dan komunitas. Di era digital, promosi harus memanfaatkan media sosial, platform digital, serta kolaborasi dengan influencer agar mampu menjangkau lebih banyak wisatawan dan memberikan pengalaman yang berkesan,” jelasnya.

Melalui dukungan Komisi VII DPR RI dan Kementerian Pariwisata RI, Pemerintah Kota Salatiga optimis dapat terus menghadirkan event-event berkualitas yang mampu meningkatkan daya saing pariwisata, menggerakkan perekonomian daerah, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Categories:

Tags:

Comments are closed