Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., melaksanakan pembinaan wilayah di Aula Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, Kamis (11/6/2026). Didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, serta Camat Argomulyo, Wali Kota meninjau kesiapan program kewilayahan sekaligus memberikan arahan kepada aparatur kelurahan dan masyarakat.

Dalam arahannya, Robby menyoroti persoalan lingkungan, khususnya keberadaan gunungan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Ngronggo. Pemerintah Kota Salatiga, kata dia, terus berupaya mengatasi persoalan tersebut dengan melibatkan tenaga ahli, namun keberhasilan penanganan tetap bergantung pada partisipasi masyarakat dalam mengurangi sampah dari sumbernya.
“Pemerintah kota akan berusaha memusnahkan sampah di Ngronggo. Tahapannya, kami sudah menggandeng beberapa konsultan agar sampah yang telah menggunung selama puluhan tahun dapat ditangani. Namun, upaya ini tidak akan berarti apabila sampah terus bertambah. Harus ada keseimbangan antara hulu dan hilir. Jika di hilir sampah sudah kita tangani, maka dari hulunya juga harus dihentikan, terutama sampah organik melalui program stop sampah organik dari sumbernya,” tegas Robby.

Selain lingkungan, Wali Kota juga mendorong penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan tidur dengan metode budidaya yang adaptif.
“Kelompok tani dapat diberikan pelatihan menanam padi di lahan kering. Lahan yang tidak produktif bisa dimanfaatkan untuk budidaya padi lahan kering. Di samping itu, ada program ketahanan pangan melalui penanaman padi dalam pot,” ujarnya.

Robby juga menekankan pentingnya peran aktif aparatur kelurahan dalam melakukan pendataan dan pelayanan masyarakat. Ia meminta lurah bersama linmas menerapkan sistem jemput bola untuk memperoleh data yang akurat terkait pendidikan maupun kesehatan warga.
“Lurah harus aktif dan tidak pasif. Melalui linmas, lakukan pendataan riil terkait jumlah sekolah, siswa, ibu hamil, dan ibu menyusui di wilayah. Karang Taruna juga harus memiliki pola pikir maju dengan memanfaatkan peluang di era digital. Ikuti pelatihan konten kreator yang diselenggarakan Paguyuban Warga Salatiga sebagai tambahan keterampilan. Selain itu, manfaatkan Rumah Dilan sebagai sarana pelatihan keterampilan dan pemberdayaan masyarakat yang nantinya juga dapat diarahkan pada akses permodalan,” pungkasnya.

Sementara itu, Lurah Kumpulrejo, Ahmad Subagiyo, memaparkan potensi wilayahnya yang didukung oleh 8.691 penduduk dan ratusan pelaku UMKM yang bergerak di sektor kuliner, jasa, produk kreatif, dan fesyen. Produk unggulan yang berkembang antara lain olahan susu dan kerupuk paru.

Menurutnya, potensi ekonomi tersebut diperkuat dengan keberadaan sejumlah perusahaan serta fasilitas pemberdayaan masyarakat, seperti Balai Latihan Kerja Komunitas Salib Putih, Rumah Susu Lembu Saloka, dan Rumah Dilan Budaya Makmur. Di bidang kesehatan, Posyandu terus melakukan pemantauan stunting secara berkala untuk mendukung target zero stunting, sekaligus menyiapkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis bagi ribuan penerima manfaat di Kelurahan Kumpulrejo.

Categories:

Tags:

Comments are closed