Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Salatiga menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka Hari Jadi ke-1276 Kota Salatiga di Lapangan Pancasila, Jumat (24/7/2026). Mengusung tema “Melangit dalam Karya, Membumi dalam Budaya”, peringatan tahun ini berlangsung istimewa dengan kehadiran para tokoh nasional, dan kepala daerah.
Rapat paripurna yang terbuka untuk umum tersebut dipimpin Ketua DPRD Kota Salatiga, Dance Ishak Palit. Dalam sambutannya, ia mengulas sejarah panjang Kota Salatiga yang berlandaskan Prasasti Plumpungan bertanggal 24 Juli 750 Masehi serta menegaskan identitas Salatiga sebagai miniatur Indonesia yang majemuk, toleran, dan harmonis.
“Salatiga adalah sebuah desa kecil di masa lalu yang kini tumbuh menjadi Indonesia mini, tempat berbagai suku, agama, dan latar belakang budaya hidup berdampingan dengan penuh kedamaian,” ujar Dance.
Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., dalam sambutannya merefleksikan perjalanan 1.276 tahun Kota Salatiga yang mampu melewati berbagai zaman hingga kini dikenal sebagai kota tertoleran di Indonesia. Ia mengapresiasi sinergi DPRD Kota Salatiga dalam mengawal pembangunan serta menghadirkan berbagai capaian bagi daerah.
Menghadapi tantangan pembangunan ke depan, Wali Kota menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan di tengah dinamika informasi yang semakin cepat dan tingginya ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan publik.
“Semoga momentum ini semakin memperkuat sinergi pusat dan daerah, merawat warisan budaya, merekatkan persaudaraan, serta menjadikan Salatiga sebagai rumah yang nyaman untuk semua, sejalan dengan semangat Beragam Nyaman, Salatiga Toleran,” tuturnya.
Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-1276 Kota Salatiga, DPRD Kota Salatiga kembali menggelar Kenduri Rakyat dengan menyediakan 7.000 porsi makanan gratis bagi masyarakat. Kemeriahan acara juga diwarnai berbagai pertunjukan seni budaya, di antaranya Tari Srimpi Sangopati, penampilan Paduan Suara Mutiara Timur Voice, serta prosesi arak-arakan gunungan sebagai simbol kemakmuran, kebersamaan, dan rasa syukur masyarakat.
Rapat Paripurna Istimewa ini dihadiri anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, para kepala daerah dan ketua DPRD kabupaten/kota, mantan wali kota dan wakil wali kota, Forkopimda, Ketua TP PKK Kota Salatiga, Sekretaris Daerah beserta jajaran, pimpinan perangkat daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, pelaku usaha, serta berbagai unsur masyarakat.





Comments are closed