Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., memimpin Rapat Koordinasi Tanggap Bencana di Ruang Kerja Wali Kota, Kamis (20/11/2025), guna mengevaluasi kesiapan menghadapi musim penghujan serta mengoordinasikan bantuan untuk daerah lain yang terdampak bencana.
Rapat ini dihadiri Pj. Sekda, perwakilan OPD terkait, TNI/Polri, serta mitra penanggulangan bencana seperti BAZNAS, PMI, dan PLN.
Dalam arahannya, Wali Kota Robby menekankan pentingnya tindak lanjut hasil Rakorda, terutama pemetaan risiko bencana di tiap wilayah untuk dilaporkan kepada Gubernur Jawa Tengah.
“Berdasarkan arahan Bapak Gubernur, kita harus siap merespons dan memberikan bantuan jika daerah lain terkena bencana. Slogan Jawa Tengah adalah Together We Can,” ujar Robby.
Sebagai bentuk solidaritas, Pemkot Salatiga telah berkoordinasi dengan Bupati Banjarnegara dan Cilacap untuk mengirim bantuan logistik dan makanan ke wilayah terdampak.
Untuk kondisi lokal, Robby menyoroti potensi angin puting beliung yang diprediksi memuncak pada Januari–Februari. Ia meminta langkah pencegahan dimaksimalkan, antara lain: pemangkasan pohon oleh DLH sesuai standar keamanan, pemetaan area rawan longsor serta evakuasi sementara warga jika terjadi pergerakan tanah, penertiban bangunan liar dan pembersihan sungai untuk mencegah banjir, serta edukasi masyarakat terkait bangunan yang berpotensi memicu bencana.
Robby juga menegaskan bahwa seluruh bentuk bantuan dari BAZNAS, PMI, dan BPBD harus dikoordinasikan dan dilaporkan kepada Gubernur.
Pj. Sekda, Muthoin, menambahkan bahwa Pemkot telah melaksanakan Apel Siaga sebagai bentuk kesiapan dini. Ia menyoroti potensi puting beliung, longsor di wilayah Kutowinangun dan Randuacir, serta luapan selokan akibat sampah. Ia juga melaporkan bahwa kebutuhan asbes dari PT Tripilar Betonmas telah terakomodir melalui Dinas Sosial, dan logistik bantuan dari BAZNAS sudah tersalurkan.
BPBD melaporkan bahwa dari 75 kejadian yang masuk, 25 di antaranya telah mendapat bantuan khusus untuk rumah hunian.
Dari BAZNAS, disampaikan bahwa setiap daerah diminta siap mendirikan dapur umum sesuai arahan Rakor dengan Provinsi dan BMKG Jateng. Sementara PMI melaporkan pengalihan relawan dari Cilacap ke Banjarnegara akibat tingginya korban longsor.
Secara teknis, DLH menjelaskan bahwa pohon yang ditebang telah diangkut dan masuk proses penjualan. DLH juga berhati-hati menindaklanjuti permohonan pemotongan pohon untuk menjaga ruang hijau, sambil memastikan perawatan ketinggian pohon agar tidak mudah roboh.
Rapat ditutup dengan komitmen bersama seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan, memperkuat koordinasi, dan memperteguh solidaritas regional dalam penanggulangan bencana.




Comments are closed