Sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat sinergi antardaerah, Pemerintah Kota Salatiga menyambut hangat kunjungan kerja dari Pemerintah Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, pada Kamis (02/04/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Kerja Wali Kota Salatiga ini menjadi momentum strategis untuk bertukar informasi serta praktik baik dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah.

Rombongan yang dipimpin oleh Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, S.H., menyampaikan bahwa studi tiru kali ini berfokus pada capaian Kota Salatiga sebagai Kota Tertoleran, pengembangan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) serta ekonomi kreatif, hingga upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berkontribusi dalam percepatan pengentasan kemiskinan.

Dalam sambutannya, Lis Darmansyah berharap kunjungan ini dapat membuka peluang kerja sama yang konkret antardaerah. Ia juga menyampaikan sejumlah poin yang menjadi fokus pembelajaran, di antaranya produk unggulan ekonomi kreatif, regulasi pendukung, peluang kerja sama lintas sektor, strategi peningkatan kontribusi ekonomi kreatif terhadap pajak daerah khususnya PBJT, sinergi antar-OPD dalam optimalisasi potensi daerah, peran FKUB dalam menjaga harmoni sosial, hingga pengembangan platform marketplace lokal berbasis nilai keberagaman dan budaya.

Sementara itu, Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., mengapresiasi kunjungan tersebut dan menyambut hangat rombongan dari Kota Tanjungpinang. Dalam kesempatan itu, ia memaparkan gambaran umum Kota Salatiga, mulai dari kondisi demografis hingga keragaman seni dan budaya yang menjadi kekuatan daerah.
“Kami mengucapkan selamat datang di Kota Salatiga. Semoga kunjungan ini memberikan manfaat bersama demi kemaslahatan dan kesejahteraan masyarakat. Kota Salatiga memiliki visi ‘Salatiga BEDA’ (Bergerak, Energik, Dinamis, Adaptif) menuju kota yang mendunia, baik dari sisi pelayanan publik maupun daya saing, termasuk di sektor UMKM dan pendidikan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Kota Salatiga dikenal sebagai miniatur Indonesia, dengan enam agama yang diakui pemerintah hidup berdampingan bersama sekitar 23 etnis dan suku bangsa dalam suasana rukun dan harmonis.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab interaktif, khususnya terkait strategi pengembangan ekonomi kreatif serta berbagai inovasi pembangunan daerah. Melalui kunjungan kerja ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antar daerah serta tercipta kolaborasi yang mampu mendorong peningkatan kinerja pemerintahan dan kesejahteraan masyarakat.

Categories:

Tags:

Comments are closed