Ketua Tim Penggerak PKK Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, membuka Sosialisasi Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bagi kader PKK se-Kota Salatiga yang diselenggarakan di Ruang Plumpungan, Sekretariat Daerah Kota Salatiga, Rabu (3/6/2026). Kegiatan yang dihadiri Ketua TP PKK Kecamatan dan Kelurahan serta kader PKK se-Kota Salatiga tersebut menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Kota Salatiga, Penggiat TB Mentari Sehat, dan Pokja IV TP PKK Kota Salatiga. Sosialisasi ini bertujuan memperkuat peran kader PKK dalam mendukung upaya eliminasi tuberkulosis (TB) di Kota Salatiga.

Dalam sambutannya, Retno Robby Hernawan menegaskan bahwa tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan yang memerlukan perhatian serius. Ia menjelaskan bahwa penularan TB melalui droplet membuat anggota keluarga dan kontak erat penderita memiliki risiko tinggi tertular penyakit tersebut.

Menurutnya, salah satu langkah strategis dalam mendukung eliminasi TB adalah melalui Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT), yakni pengobatan yang diberikan kepada individu berisiko tinggi agar penyakit tidak berkembang menjadi TB aktif. Upaya ini dinilai penting, terutama bagi anak-anak dan anggota keluarga yang tinggal serumah dengan penderita TB.

Retno juga menekankan bahwa kader PKK memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dan penggerak masyarakat yang paling dekat dengan keluarga. Karena itu, kader PKK diharapkan mampu menjadi jembatan edukasi kesehatan, membantu menemukan kontak erat yang perlu diperiksa, serta mendorong kepatuhan keluarga sasaran dalam menjalani terapi pencegahan.
“Dengan sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan kader PKK, saya yakin upaya eliminasi TB di Kota Salatiga dapat berjalan lebih optimal. Kita memiliki tanggung jawab bersama untuk mewujudkan keluarga yang sehat dan lingkungan yang bebas dari TB,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Rahayunis, dalam laporannya menyampaikan bahwa tuberkulosis masih menjadi salah satu masalah kesehatan prioritas di Indonesia, termasuk di Kota Salatiga. Tingginya risiko penularan melalui droplet menjadikan upaya pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama dan tidak hanya mengandalkan penanganan medis semata.

Disampaikan pula bahwa keberhasilan pencegahan TB memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk kader PKK hingga tingkat Dasawisma. Oleh karena itu, kegiatan ini diselenggarakan untuk meningkatkan pemahaman serta kemampuan kader PKK dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan tuberkulosis dan pentingnya terapi pencegahan bagi kelompok berisiko.

Ia berharap para kader dapat menyerap informasi yang diberikan oleh narasumber dan menyebarluaskannya kepada masyarakat di lingkungan masing-masing. Selain itu, kader juga diharapkan mampu mengajak masyarakat untuk tidak memberikan stigma kepada penderita TB, melainkan memberikan dukungan dan pendampingan agar proses pengobatan dapat berjalan dengan baik.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Salatiga bersama TP PKK Kota Salatiga berharap para kader dapat menjadi agen perubahan dalam mendukung program eliminasi tuberkulosis. Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai pencegahan dan penanganan TB, diharapkan terwujud keluarga yang sehat, peduli, dan bebas tuberkulosis menuju Salatiga yang semakin sehat dan sejahtera.

Categories:

Tags:

Comments are closed