Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, dinamika ekonomi di Kota Salatiga diprediksi meningkat seiring lonjakan mobilitas masyarakat serta meningkatnya permintaan bahan kebutuhan pokok. Kondisi ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Salatiga karena berpotensi memicu tekanan inflasi dan kenaikan harga di pasaran.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., memimpin langsung High Level Meeting (HLM) Ekonomi, Keuangan, Industri, dan Perdagangan (Ekuinda) yang digelar di Ruang Kalitaman, Senin (16/03/2026). Kegiatan ini dihadiri unsur Forkopimda, Penjabat Sekretaris Daerah beserta para Asisten Sekda, kepala OPD terkait, serta perwakilan BPS dan Kementerian Agama Kota Salatiga.
Dalam arahannya, Wali Kota menyampaikan bahwa kinerja ekonomi Kota Salatiga menunjukkan perkembangan positif. Pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,98 persen, meningkat dari tahun sebelumnya yang berada pada angka 5,37 persen. Pertumbuhan tersebut didorong oleh kuatnya konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, serta pembentukan modal tetap bruto.
Meski demikian, potensi inflasi tetap perlu diantisipasi. Berdasarkan Indeks Perkembangan Harga (IPH) Januari 2026, sempat tercatat deflasi sebesar -3,59 persen. Namun pada awal Februari 2026, IPH kembali meningkat sebesar 2,84 persen yang dipicu oleh komoditas strategis seperti cabai rawit, daging ayam ras, dan cabai merah.
Untuk menjaga stabilitas harga, Pemerintah Kota Salatiga menyiapkan sejumlah langkah strategis, antara lain memastikan ketersediaan cadangan pangan daerah, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah yang telah digelar lima kali sejak Februari hingga awal Maret 2026, serta pemberian subsidi harga untuk komoditas pangan strategis melalui kios pangan murah. Selain itu, pemerintah juga memberikan subsidi bunga kredit mikro bagi pelaku UMKM guna menjaga daya tahan usaha masyarakat.
Wali Kota menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, instansi vertikal, hingga perangkat kecamatan dan kelurahan, agar distribusi barang, ketersediaan stok, dan keterjangkauan harga bagi masyarakat tetap terjaga.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Salatiga, Agung Pitoyo, menyampaikan bahwa hasil pemantauan harga di Pasar Raya I, Pasar Blauran, dan Pasar Rejosari hingga pertengahan Maret 2026 menunjukkan mayoritas komoditas masih relatif stabil, meskipun cabai rawit merah mengalami kenaikan hingga Rp84.100 per kilogram.
Dinas Perdagangan juga telah mengajukan tambahan alokasi LPG 3 kilogram sebanyak 60.000 tabung serta melakukan pengawasan ketersediaan BBM dan tertib niaga di pasar tradisional. Masyarakat diimbau tidak melakukan pembelian berlebihan karena stok di tingkat distributor masih mencukupi.
Di sisi lain, untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat saat Lebaran, Kepala Dinas Perhubungan Kota Salatiga, Guntur Junanto, menyampaikan bahwa telah dilaksanakan sosialisasi program Mudik Gratis bagi warga perantauan, yang diharapkan dapat menekan risiko kecelakaan sekaligus memberikan dampak ekonomi positif bagi keluarga pemudik di Kota Salatiga.

Comments are closed