Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, Sp. OG., memimpin Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam rangka Antisipasi Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di Ruang Kerja Wali Kota pada Selasa (9/12/2025). Rapat dihadiri perwakilan Forkopimda, Pj. Sekretaris Daerah, Kepala Satpol PP, Kepala Dinas Perhubungan, serta Kepala Badan Kesbangpol Kota Salatiga.
Dalam arahannya, Wali Kota menegaskan bahwa koordinasi Forkopimda harus diperkuat tanpa celah, sebagai tindak lanjut amanah Rapat Koordinasi Forkopimda se-Jawa Tengah. Ia menyampaikan bahwa identifikasi kerawanan serta intensifikasi koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadapi momentum Natal dan Tahun Baru. “Intinya adalah bahwa dalam menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru, kita harus memperkuat koordinasi Forkopimda tanpa celah. Kita harus segera mengidentifikasi kerawanan dan mengintensifkan koordinasi lintas sektor,” tegasnya.
Rapat tersebut membahas sejumlah aspek penting, mulai dari pengendalian mobilitas masyarakat hingga rekayasa lalu lintas, termasuk penyiapan fasilitas parkir serta pelaksanaan ram check terhadap sarana transportasi, mengingat puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 20 dan 24 Desember 2025. Keamanan tempat ibadah juga menjadi perhatian utama agar perayaan Natal berlangsung nyaman, khidmat, dan tertib. Di bidang stabilitas harga, Satpol PP dan Disdag akan memperkuat operasi pasar dan pengawasan distribusi kebutuhan pokok, sementara Pertamina memastikan ketersediaan BBM dan gas elpiji, serta Bulog menjamin kecukupan stok beras.
Kesiapsiagaan bencana turut mendapat perhatian, mengingat kondisi cuaca yang berpotensi menimbulkan banjir, puting beliung, dan longsor. BPBD diminta meningkatkan kewaspadaan serta menyiapkan logistik, sarana prasarana, dan SDM kebencanaan. Layanan kesehatan 24 jam pun diarahkan tetap optimal selama masa Nataru, termasuk kesiapan tenaga kesehatan.
Robby juga menekankan dua fokus utama yang segera ditindaklanjuti, yaitu pembentukan Tim Satgas dan penguatan koordinasi pengamanan sebagai langkah awal memperkokoh kesiapsiagaan daerah, serta pelaksanaan operasi pasar bersama untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok.
Sejumlah agenda besar yang berpotensi menimbulkan mobilisasi massa dibahas secara khusus, seperti Ibadah Natal Bersama di Lapangan Pancasila yang diperkirakan dihadiri 10.000 umat, Christmas Parade dari UKSW menuju Rumah Dinas Wali Kota dengan melibatkan sekitar 2.000 peserta, serta Ibadah Natal Khusus Anak di Gereja Bethany yang diikuti sekitar 1.000 umat. Wali Kota juga merencanakan kunjungan ke beberapa titik peribadatan untuk memastikan keamanan dan kelancaran jalannya kegiatan.
Selain itu, Wali Kota menginstruksikan antisipasi kepadatan di lokasi wisata, peningkatan patroli di daerah rawan kecelakaan, serta penayangan Command Center di berbagai titik kota oleh Diskominfo untuk memantau situasi secara real time. Ia juga meminta penyediaan posko ramah perempuan dan anak di lokasi berisiko, serta pembentukan UMKM Center di wilayah Tingkir sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Di akhir rapat, Robby menegaskan kembali bahwa Forkopimda merupakan garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban daerah.
“Peran Forkopimda adalah garda terdepan keamanan. Kita harus adaptif dan responsif. Kita libatkan seluruh masyarakat dan media untuk menjaga kondusifitas Salatiga dengan memperkuat deteksi dini,” tutupnya, sembari mengingatkan masyarakat untuk memastikan keamanan rumah sebelum bepergian.




Comments are closed