Komitmen mendorong produk kriya dan UMKM lokal Salatiga agar semakin dikenal di pasar yang lebih luas terus dilakukan Dekranasda Kota Salatiga. Salah satunya melalui keikutsertaan dalam INACRAFT October Vol. 5 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, 7–11 Oktober 2026.

Ketua Dekranasda Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, turut hadir dalam rangkaian kegiatan INACRAFT October Vol. 5 2026 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) bekerja sama dengan Mediatama Event.

Pameran ini menjadi salah satu ruang strategis bagi pengembangan industri kriya Indonesia, sekaligus mempertemukan perajin, pelaku UMKM, buyer, dan berbagai pemangku kepentingan dari dalam maupun luar negeri.

INACRAFT October 2026 diikuti sebanyak 830 peserta yang menempati lima hall serta area lobby JICC. Peserta terdiri atas 706 peserta individu anggota ASEPHI, 85 peserta dari dinas, 16 stan kementerian/BUMN, 18 peserta luar negeri, serta peserta individu nonanggota dan pelaku kuliner.

Penyelenggara menargetkan 80.000 pengunjung selama lima hari pelaksanaan, 120 potential buyer internasional, transaksi retail senilai Rp100 miliar, serta kontrak dagang mencapai 2,7 juta dolar AS.

9 Produk UMKM Lokal Salatiga Dipasarkan di INACRAFT

Dalam ajang tersebut, Dekranasda Kota Salatiga menghadirkan 9 produk UMKM lokal yang telah melalui proses kurasi untuk dipasarkan di Stan Dekranasda Kota Salatiga.

Sembilan produk tersebut mencerminkan keberagaman potensi kriya Salatiga, mulai dari batik, fesyen, aksesori, mainan edukatif, hingga kerajinan berbahan kayu dan resin.

Produk yang dihadirkan meliputi Batik Pesona Rejasa, Batik Selotigo, Batik Trisala, Fashion Markonah, Renda by Rima dengan produk aksesori rajut kawat tembaga, Tival Craft dengan bros manik dan payet, Stasiun Edukasi berupa mainan anak berbahan kayu, Crenove Art dengan produk tumbler dan mug berbahan kayu, serta Resin for Fleur.

Kehadiran sembilan produk tersebut tidak hanya menjadi sarana promosi, tetapi juga memberikan ruang bagi produk UMKM Salatiga untuk berinteraksi langsung dengan konsumen dan pengunjung dari berbagai daerah. Keberagaman produk yang ditampilkan menjadi salah satu daya tarik tersendiri karena menghadirkan karakter kriya Salatiga dalam berbagai bentuk dan kreativitas.

Salah seorang pengunjung INACRAFT mengapresiasi keberagaman produk yang ditampilkan di Stan Dekranasda Kota Salatiga.

“Stan Salatiga memiliki varian produk yang cukup beragam dibandingkan beberapa stan lainnya. Ada batik, kerajinan tangan, sampai produk resin yang menarik karena bisa di-custom langsung di tempat. Saya tidak hanya melihat produk yang sudah jadi, tetapi juga bisa mendapatkan produk yang lebih personal sesuai keinginan,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan produk yang dapat dikustomisasi memberikan pengalaman tersendiri bagi pengunjung. Hal tersebut sekaligus menunjukkan bahwa produk kriya lokal mampu menghadirkan inovasi dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan serta selera konsumen.

Produk Lokal Salatiga Berpeluang Tembus Pasar Ekspor

Ketua Dekranasda Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam INACRAFT menjadi momentum penting untuk melihat peluang pengembangan produk lokal menuju pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional.

“Produk-produk Salatiga memiliki peluang untuk ekspor. Kita perlu terus belajar, menyiapkan kualitas dan standar produk, serta mengikuti proses kurasi agar semakin siap masuk pasar internasional.”

Menurut Retno, proses kurasi dan keikutsertaan dalam pameran berskala nasional maupun internasional menjadi bagian penting dalam mempersiapkan UMKM agar semakin memahami kebutuhan pasar. Selain kualitas produk, aspek desain, kemasan, inovasi, serta konsistensi produksi juga menjadi bagian yang perlu terus diperkuat.

Kehadiran Dekranasda Kota Salatiga di INACRAFT sekaligus menjadi upaya memperluas wawasan, jejaring, promosi, dan peluang pengembangan produk kriya daerah. Sembilan produk yang telah dikurasi dan dipasarkan dalam pameran ini menjadi representasi potensi kreatif pelaku UMKM Salatiga yang terus didorong untuk berkembang dan naik kelas.

Dorong Produk Kriya Lokal Naik Kelas

Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dr. Budi Santoso, M.Si., yang membuka INACRAFT October 2026, menyampaikan bahwa penyelenggaraan pameran tersebut sejalan dengan tiga program prioritas Kementerian Perdagangan pada 2026, yakni pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, serta mendorong produk lokal untuk global.

“INACRAFT Oktober 2026 adalah cerminan nyata dari ketiga arah tersebut, sekaligus pasar domestik yang kuat sebagai pondasi, perluasan pasar tujuan ekspor, dan produk kriya lokal yang kita dorong untuk naik kelas menjadi panggung global,” ujar Budi Santoso.

Ia juga menekankan pentingnya regenerasi perajin melalui youth-preneur, sehingga generasi muda semakin berani berinovasi, memanfaatkan ekosistem digital, dan mampu beradaptasi dengan standar pasar internasional.

Pelaku kriya dan UMKM juga didorong untuk terus meningkatkan kualitas produk, kemasan, serta kesiapan menghadapi pasar internasional. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Perdagangan turut mengajak peserta dan pelaku UMKM memanfaatkan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang akan digelar pada 14–18 Oktober 2026 di ICE BSD Tangerang sebagai salah satu panggung untuk memperluas akses pasar global.

Selain pameran produk kriya, INACRAFT October 2026 juga menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan seperti Craft Talk, Workshop, Cultural Performance, Digital Launch, dan Craft Experience Spot. ASEPHI turut menghadirkan Asia Craft Forum dengan tema “Scaling Up ASEAN Craft Sustainability and Market Access” serta kegiatan B2B Networking yang mempertemukan entrepreneur muda.

Berbagai rangkaian tersebut menjadikan INACRAFT tidak hanya sebagai ruang transaksi, tetapi juga sebagai wadah penguatan ekosistem industri kriya, regenerasi perajin, inovasi, keberlanjutan, dan perluasan akses pasar.

Bagi Dekranasda Kota Salatiga, momentum tersebut menjadi dorongan untuk terus mengembangkan potensi kriya lokal agar tidak berhenti sebagai produk daerah. Melalui penguatan kualitas, kreativitas, inovasi, standar produk, dan jejaring pemasaran, UMKM Salatiga diharapkan semakin memiliki daya saing dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Keikutsertaan di INACRAFT October 2026 menjadi salah satu langkah untuk membawa karya UMKM Salatiga dari ruang lokal menuju panggung nasional dan pasar global.

Categories:

Tags:

Comments are closed