Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., didampingi Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustin, menghadiri sekaligus menyambut ratusan anggota DPRD dari berbagai daerah dalam pembukaan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) I Asosiasi DPRD Kota Seluruh Indonesia (ADEKSI) Tahun 2026 di Wahid Prime Hotel Salatiga, Kamis (11/6/2026).

Mengusung tema “Tata Kelola Sampah Perkotaan”, forum berskala nasional ini dihadiri jajaran pengurus dan anggota DPRD kota dari berbagai wilayah di Indonesia. Rakernis diselenggarakan sebagai wadah merumuskan solusi konkret terhadap persoalan sampah yang semakin kompleks di kawasan perkotaan. Acara pembukaan semakin khidmat dengan pembacaan puisi dari Adik Suluh.

Dalam sambutannya, Wali Kota Salatiga menyampaikan apresiasi kepada ADEKSI yang telah mempercayakan Kota Salatiga sebagai tuan rumah Rakernis I Tahun 2026.
Menurutnya, tema tata kelola sampah sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi hampir seluruh kota di Indonesia. Bahkan, saat Salatiga menjadi tuan rumah Pra-Rakorkomwil III APEKSI pada Mei 2026 lalu, isu persampahan juga menjadi salah satu fokus utama pembahasan.

Robby menegaskan bahwa persoalan sampah tidak lagi sekadar berkaitan dengan kebersihan, tetapi telah menjadi isu multidimensi yang menyangkut lingkungan, kesehatan masyarakat, sosial, tata ruang, dan keberlanjutan pembangunan.
“Pemerintah daerah tidak mungkin bekerja sendiri. Dibutuhkan dukungan kebijakan, penganggaran, dan pengawasan yang kuat dari DPRD agar pengelolaan sampah benar-benar menjadi prioritas pembangunan daerah. DPRD memiliki posisi strategis untuk menangkap aspirasi masyarakat sekaligus mendorong lahirnya kebijakan yang realistis dan implementatif,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa penyelesaian masalah sampah tidak cukup hanya dengan menambah armada pengangkut atau memperluas tempat pemrosesan akhir (TPA). Perubahan perilaku masyarakat, pengurangan sampah dari sumbernya, dan pembangunan sistem pengelolaan yang berkelanjutan menjadi kunci utama.
“Saya mengajak seluruh peserta menjadikan forum ini sebagai ajang bertukar gagasan dan pengalaman yang menghasilkan solusi konkret. Semoga forum ini memperkuat jejaring kerja sama antarkota serta melahirkan rekomendasi strategis yang dapat diperjuangkan bersama di tingkat nasional,” tambah Robby.

Sementara itu, Ketua Umum ADEKSI yang juga Ketua DPRD Kota Salatiga, Dance Ishak Palit, M.Si., menekankan pentingnya komitmen nyata dalam menjaga lingkungan. Sebagai bentuk dukungan terhadap tema Rakernis, seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan tanpa penggunaan air minum dalam kemasan plastik sekali pakai. Para peserta diwajibkan membawa tumbler pribadi dan memanfaatkan fasilitas isi ulang yang disediakan panitia.
“Ini bukan sekadar simbolis, tetapi bentuk tanggung jawab yang harus kita wariskan kepada generasi mendatang. Karena itu, selama Rakernis tidak disediakan air minum kemasan. Seluruh peserta diminta membawa tumbler masing-masing dan telah disiapkan tempat untuk mengisi ulang,” kata Dance.

Dance juga menjelaskan bahwa pada hari kedua, para peserta akan melakukan kunjungan lapangan ke TPA Kota Salatiga. Menariknya, seluruh peserta dijadwalkan berjalan kaki menuju lokasi sebagai simbol kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan.

Kunjungan tersebut bertujuan memberikan gambaran langsung mengenai kondisi pengelolaan sampah di lapangan sekaligus menjadi bahan pembelajaran bagi 93 kota anggota ADEKSI yang menghadapi tantangan serupa.

Selain menjadi forum berbagi praktik baik, Rakernis ini juga diarahkan pada penyusunan draf petunjuk teknis yang dapat memperkuat implementasi kebijakan pengelolaan sampah di daerah, termasuk mendorong tanggung jawab produsen terhadap sampah kemasan yang dihasilkan.
“Persoalan sampah hanya dapat diselesaikan oleh orang-orang yang berani dan berkomitmen. Kita sedang berupaya mengubah kebiasaan yang telah berlangsung lama. Karena itu, diperlukan keberanian, kerja sama, dan kebijakan yang kuat agar persoalan ini dapat diselesaikan secara berkelanjutan,” pungkas Dance.

Rakernis I ADEKSI Tahun 2026 turut menghadirkan sejumlah narasumber dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Tengah, serta mantan Bupati Banyumas yang dikenal berhasil menekan volume sampah melalui inovasi berbasis masyarakat.

Categories:

Tags:

Comments are closed