Robby Tekankan Perubahan Prinsip ke Profit dan Peningkatan Kepercayaan Pemegang Saham dalam Audiensi RUPS Bank Salatiga

Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp. OG., menerima audiensi Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Salatiga di Ruang Kerja Wali Kota pada Jumat (31/10/2025). Pertemuan ini membahas penguatan Bank Salatiga pasca-perubahan bentuk hukum dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) menjadi Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda).

Hadir dalam audiensi ini Pj. Sekretaris Daerah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Bappeda, dan Kepala Bagian Perekonomian.

Dewan Pengawas, Siswo Hartanto, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut merupakan bagian dari upaya pembangunan Kota Salatiga dan berfokus pada pembahasan komposisi anggota Dewan Komisaris dan Direksi, sekaligus menegaskan konsep dasar tentang Perseroan Terbatas (PT).

Menanggapi hal tersebut, Robby menyoroti adanya perubahan mendasar dari perusahaan umum menjadi perusahaan perseroan daerah.
“Memang ada prinsip yang berubah. Perusahaan umum lebih menekankan pada pelayanan publik, sementara perusahaan perseroan daerah lebih berorientasi pada profit,” tegas Robby.

Lebih lanjut, ia menekankan konsekuensi dari perubahan ini, “Jika sudah menjadi Perseroda, sebisa mungkin sudah tidak boleh lagi ada kerugian. Pada posisi Perseroda ini ada unsur pemegang saham, berarti trust (kepercayaan) untuk pemegang saham harus ditingkatkan, sehingga orang tidak ragu membeli saham. Ini tantangan untuk bank perekonomian,” ujarnya.

Robby menjelaskan bahwa perubahan prinsip dasar ini berkonsekuensi pada kepemilikan saham, di mana kepemilikan Pemkot harus di atas 51%, namun saham ini juga terbuka untuk ASN maupun masyarakat umum. Untuk itu, Bank Salatiga didorong untuk senantiasa menunjukkan prestasi demi meraih kepercayaan publik.

Terkait susunan kepengurusan atau manajemen (Direksi dan Komisaris), Robby menekankan perlunya target-target yang jelas dan terukur, yang akan ditetapkan dalam RUPS dan target kinerja. Ia juga membuat kebijakan pemberian waktu evaluasi kinerja selama 6 bulan.
“Apabila tidak ada prestasi, pada RUPS berhak untuk mengganti manajemen, kita evaluasi kinerja manajemen,” kata Robby.

Ia berharap kebijakan ini dapat menjadi semangat bagi manajemen untuk membangun kepercayaan pemegang saham.

Sebagai penutup, Robby mengingatkan,
“Jadikanlah kejadian yang lalu menjadi pelajaran yang berharga, jauhi sesuatu yang menimbulkan hal kurang baik. Saat Perseroda ini jalan, agar tidak ada beban, harus clean (bersih) dulu dari permasalahan sebelumnya.”

Categories:

Tags:

Comments are closed