Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., meminta Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Salatiga untuk memperkuat keterbukaan data serta meningkatkan kolaborasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Evaluasi Kinerja Tahun 2025 dan Penyusunan Program Kerja Tahun 2026 yang digelar di Ruang Plumpungan Lantai 4 Gedung Setda, Rabu (17/12/2025).
Robby mengapresiasi capaian BAZNAS sepanjang tahun 2025 dalam menghimpun dan mendayagunakan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Meski demikian, ia menegaskan bahwa integritas lembaga sangat tercermin dari keterbukaan informasi kepada publik.
“Pemerintah Kota Salatiga berkomitmen penuh mendukung penguatan tata kelola ZIS yang akuntabel, transparan, dan tepat sasaran. Kami berharap ada keterbukaan data kepada publik, serta kolaborasi yang lebih erat antara BAZNAS dan Diskominfo,” ujar Robby.
Ia menambahkan, menjaga amanah para muzakki harus dilakukan dengan integritas, dan keterbukaan informasi merupakan wujud nyata dari integritas BAZNAS itu sendiri.
Dalam penyusunan Program Kerja Tahun 2026, Robby berharap BAZNAS mampu menghadirkan program yang adaptif dan inovatif. Fokus utama diarahkan pada pemberdayaan ekonomi mustahik guna mendorong keluarga prasejahtera menjadi keluarga sejahtera, penguatan data mustahik dan muzakki agar penyaluran bantuan semakin tepat sasaran, serta penguatan kolaborasi lintas sektor melalui kerja sama dengan OPD, lembaga keagamaan, dan dunia usaha.
Robby kembali menegaskan bahwa BAZNAS merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat prasejahtera di Kota Salatiga. Ia menutup arahannya dengan pesan motivatif, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Salatiga, Ari H. Iswanto, melaporkan bahwa sepanjang tahun 2025 pihaknya telah berupaya maksimal mencapai target strategis dalam pengelolaan dan pendistribusian ZIS. Ia memastikan seluruh kegiatan BAZNAS dilaksanakan dengan berpegang teguh pada prinsip 3A, yaitu Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI.
Rapat kerja tersebut diakhiri dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada 14 pelaku Usaha Ekonomi Produktif (UEP) BAZNAS dengan total nilai Rp20.240.000. Bantuan diserahkan kepada perwakilan mustahik, yakni Bapak Toha Mahasin (usaha potong rambut), Bapak Imam Syafi’i (usaha bakwan kawi dan cilot), serta Bapak Muhyidin (usaha bakso keliling), sebagai wujud nyata dukungan terhadap penguatan ekonomi umat.






Comments are closed