Balai Kota, 100 anak didabel Kota Salatiga mengikuti lomba keterampilan yang diadakan Forum Komunitas Difabel Salatiga (Fokoes). Lomba dalam rangka Hari Kebangkitan Nasional tersebut diselenggarakan di Joglo balai kota Jl. Letjend Sukowati 51, 18/5.

Supardi Ketua Fokoes menjelaskan jika peserta berasal dari SLB Negeri Salatiga, SLB Wantu Wirawan, ALB Bina Putra, Sekolah Pintar, Talenta Kids, dan Sekolah Inklusi. “Kegiatan ini adalah murni swadana dan swakarsa kami pihak sekolah dan Fokoes. Harapannya pemerintah kota memberikan perhatian kepada kaum difabel, selanjutnya bisa mengagendakan kegiatan semacam ini secara rutin, minimal setahun sekali,” harap Supardi.

Jenis perlombaan yang dilaksanakan adalah; untuk tingkat taman kanak-kanak (lomba indivisu menyusun puzzle, lomba individu meronce balok, dan lomba kelompok mengelompokkan bola berdasrkan warna), untuk tingkat sekolah dasar ( lomba menyanyi, lomba mewarnai, dan lomba menggambar), serta untuk tingkat menengah pertama (lomba baca pusi, dan lomba menggambar desain batik).

Suasana tampak hening dan hari saat terdengar pusi dengan judul “Karawang-Bekasi” yang dibacakan oleh Muhammad Ardan Iqbal. Dengan membawa secarik kertas bertuliskan huruf braile, Ardan mampu memaksa air mata beberapa penonton meleleh. Usai lomba Ardan berhasil menjadi juara I lomba banca puisi. Sebagai hiburan ditampilkan solo organ yang dibawakan oleh  Mas Anggun, yang juga pengurus Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Kota Salatiga.