Suasana hangat mewarnai jamuan makan malam dalam rangkaian pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2026 di Rumah Dinas Wali Kota Ternate, Maluku Utara, Rabu (26/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi dan membangun jejaring antarkota pusaka yang hadir dari berbagai daerah di Indonesia maupun perwakilan negara sahabat.
Hadir dalam jamuan makan malam tersebut, Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG. didampingi Ketua TP PKK Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, para kepala daerah peserta JKPI, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Ternate, Duta Besar Belanda, serta sejumlah delegasi dari beberapa negara. Semangat kolaborasi tercermin dalam hubungan antardaerah guna memperkuat sekaligus membuka ruang kerja sama kebudayaan dalam lingkup yang lebih luas.
Rakernas XII JKPI 2026 mengusung tema “Ternate Episentrum Rempah Dunia” dan berlangsung hingga 30 Agustus 2026. Forum ini menjadi ruang strategis bagi kota-kota pusaka untuk memperkuat komitmen terhadap pelestarian kebudayaan, mempererat solidaritas antardaerah, serta menelusuri kembali keterhubungan sejarah kota-kota di Indonesia yang tumbuh dan berkembang melalui jalur perdagangan rempah Nusantara.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Ternate, Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si., menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh kepala daerah dan delegasi yang hadir di Kota Ternate. Ia berharap pelaksanaan Rakernas JKPI dapat memberikan pengalaman sekaligus memperkuat pemahaman bersama mengenai kekayaan sejarah dan budaya Ternate sebagai salah satu kota yang memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah perdagangan rempah dunia.
Keikutsertaan Wali Kota Salatiga dalam Rakernas XII JKPI menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring antarkota pusaka sekaligus membuka ruang berbagi pengalaman dalam pelestarian warisan budaya. Salatiga sebagai bagian dari jejaring kota pusaka memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang terus didorong untuk menjadi kekuatan dalam pembangunan kota yang berkarakter.




Comments are closed