Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., menghadiri Simposium Internasional dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2026 di Hotel Bela Ternate, Kamis (27/8/2026).
Mengusung tema “Dutch Trading Post Heritage Cities and the Making of Global Maritime Networks”, simposium mempertemukan kepala daerah anggota JKPI, delegasi, dan akademisi dari Indonesia maupun mancanegara. Forum ini menjadi momentum memperkuat jejaring dan kolaborasi antarkota pusaka, sekaligus membuka koneksi dengan jejaring pusaka global.
Dalam forum tersebut, Inspektur Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum, Dr. Dadang Rukmana, S.H., CES., DEA., menegaskan pentingnya menjadikan JKPI sebagai kekuatan ekonomi berbasis pusaka melalui keterhubungan warisan budaya dengan UMKM, ekonomi kreatif, dan investasi budaya.
“Rakernas JKPI tahun ini di Ternate harus menjadi momentum untuk melahirkan model kerja baru dan memperkuat kerja sama antarkota pusaka,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Ternate, Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si., menyampaikan bahwa kebudayaan memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Revitalisasi cagar budaya, menurutnya, dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata sejarah dan budaya yang sekaligus mendorong peningkatan PAD, penyerapan tenaga kerja, dan investasi.
Kehadiran Wali Kota Salatiga dalam forum internasional tersebut menjadi bagian dari komitmen Salatiga untuk memperkuat jejaring kota pusaka, bertukar pengalaman, serta mendorong warisan budaya sebagai modal pembangunan yang berdampak bagi masyarakat.
Simposium dilanjutkan dengan panel diskusi yang menghadirkan narasumber dari Hirado, Jepang; Malaka, Malaysia dan Tainan, Taiwan, dengan pembahasan mengenai sejarah perdagangan, jejaring maritim, serta peluang kolaborasi antarkota pusaka lintas negara.




Comments are closed