Pemerintah Kota Salatiga kembali menorehkan prestasi sekaligus menghadirkan gerakan inovatif untuk menjaga lingkungan. Bertepatan dengan rangkaian Hari Jadi ke-1.276 Kota Salatiga, Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., bersama Ketua TP PKK Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, menghadiri puncak Gerakan Sedekah Jelantah untuk Amal di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Salatiga, Sabtu (15/8/2026).
Gerakan tersebut berhasil mengumpulkan 1.276 botol minyak jelantah dan mencatatkan rekor baru di Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID). Turut hadir Sekretaris Daerah Kota Salatiga beserta jajaran asisten dan Kepala DLH Kota Salatiga.
Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, menyampaikan apresiasi kepada LEPRID, Pokja PKK, DLH, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi mewujudkan gerakan tersebut. Menurutnya, nilai utama kegiatan bukan semata-mata pada pencapaian rekor, melainkan pesan moral dan manfaat yang lahir dari pengelolaan minyak jelantah.
“Saya sampaikan apresiasi kepada LEPRID, Pokja PKK, dan DLH Kota Salatiga yang telah mewujudkan ide ini. Pesan moralnya adalah, bersedekah tidak harus selalu dengan uang. Barang bekas yang tadinya dianggap tidak berharga kini bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan dan sesama,” ujar Robby.
Robby menegaskan, gerakan sedekah jelantah perlu terus dikembangkan dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Gerakan tersebut tidak boleh hanya berhenti pada ASN maupun kader PKK, tetapi harus menjadi kebiasaan bersama warga Kota Salatiga.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, menjelaskan bahwa gerakan tersebut berangkat dari kepedulian terhadap dampak limbah minyak goreng terhadap lingkungan dan kesehatan. Minyak jelantah yang dibuang sembarangan dapat mencemari lingkungan, sedangkan penggunaannya kembali untuk konsumsi juga berisiko bagi kesehatan.
“Gerakan Sedekah Jelantah untuk Amal ini kami rancang dengan dua pesan moral, yaitu menjaga lingkungan dan berbagi manfaat kebaikan. Kami ingin menekankan bahwa siapa lagi yang menjaga lingkungan kita kalau bukan diri kita sendiri. Kota yang berhasil bukan hanya dibangun dari kebijakan yang baik, tetapi juga dari kebiasaan baik yang dilakukan bersama oleh warganya,” tegas Retno.
Retno memastikan gerakan tersebut tidak berhenti pada pencatatan rekor, tetapi akan terus dilaksanakan secara masif melalui kolaborasi seluruh jajaran Pemerintah Kota Salatiga, termasuk mendorong ASN untuk berpartisipasi dalam menyedekahkan minyak jelantah.
Ketua LEPRID, Paulus Pangka, turut hadir menyerahkan penghargaan atas pencapaian tersebut. Meski tengah berduka atas musibah gempa bumi yang melanda daerah asalnya di Flores, Paulus tetap hadir untuk memberikan apresiasi atas kepedulian dan dedikasi Pemerintah Kota Salatiga.
“Kami sangat bangga dengan rekor ini. Gerakan ini bukan sekadar mengejar angka statistik, melainkan menumbuhkan kepedulian nyata yang dimulai dari rumah tangga. Semoga ini menjadi inspirasi tidak hanya bagi warga Salatiga, tetapi juga Jawa Tengah dan Indonesia,” ucap Paulus.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, dilakukan penyerahan simbolis minyak jelantah dari Kepala DLH Kota Salatiga kepada Ketua TP PKK Kota Salatiga. Selanjutnya, minyak jelantah diserahkan kepada pihak LEPRID sebagai bagian dari pengesahan pencatatan rekor baru.





Comments are closed