Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG, didampingi Ketua TP PKK Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, menghadiri sekaligus membuka kegiatan Pelatihan Kerajinan Keramik di Naruna Space, Senin (4/5/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kota Salatiga dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif melalui sinergi antara pelaku usaha yang telah mapan dan pelaku UMKM baru.

Dalam arahannya, Wali Kota menekankan pentingnya kolaborasi nyata dalam membangun kemandirian ekonomi. Ia memaparkan konsep sistem holding, yakni model kemitraan terintegrasi yang memungkinkan peserta pelatihan menyerap ilmu dari praktisi keramik, sehingga ke depan dapat menjadi bagian dari rantai produksi yang lebih luas.
“Kolaborasi antara UMKM yang sudah mapan dengan pelaku UMKM baru sangat diperlukan. Melalui sistem holding ini, Bapak dan Ibu yang memiliki minat di bidang keramik dapat menyerap ilmu agar mampu mandiri. Nantinya, akan terbentuk jejaring produksi, di mana peserta dapat mengerjakan produk seperti piring, gelas, dan lainnya dengan kualitas yang tetap terjaga,” ujar Wali Kota.

Wali Kota juga menyampaikan optimismenya bahwa dengan pendampingan dari praktisi yang telah menembus pasar global, kualitas produk keramik asal Salatiga akan semakin meningkat. Ia mencontohkan keberhasilan sektor batik di Salatiga yang kini telah memiliki identitas kuat dan mampu bersaing dengan daerah lain.
“Melalui kolaborasi antara pengrajin batik, PKK, dan koperasi UMKM, telah tumbuh sentra-sentra batik dengan kualitas yang sangat baik, tidak kalah dengan batik dari Pekalongan maupun Cirebon. Ke depan, Salatiga diharapkan menjadi pusat keramik yang diperhitungkan. Saya juga mendorong Dinas Koperasi dan UMKM untuk terus bersinergi dengan PKK dalam melakukan pembinaan, monitoring, dan evaluasi secara berkelanjutan,” tambahnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Salatiga, Dr. Bayu Joko Mulyono, S.Sos., M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan upaya konkret pemerintah dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang kerajinan berbasis kreativitas.
“Kerajinan gerabah memiliki potensi besar untuk dikembangkan, baik dari sisi nilai seni maupun ekonomi, sehingga berpeluang menjadi produk unggulan daerah. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan teknis peserta, mendorong kreativitas dan inovasi desain, serta meningkatkan kualitas dan daya saing produk lokal di pasar,” jelasnya.

Pelatihan ini diikuti oleh 30 pelaku UMKM Kota Salatiga, dengan 15 peserta di antaranya merupakan anggota Rumah Dilan. Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bahan pelatihan secara simbolis oleh Wali Kota, Ketua TP PKK, dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM sebagai tanda dimulainya program pengembangan kreativitas tersebut secara resmi.

Categories:

Tags:

Comments are closed