Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., secara resmi menghadiri kegiatan Talkshow dan Skrining Tuberkulosis (TB) yang diselenggarakan di Pendopo Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, pada Rabu (15/04/2026). Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia guna memperkuat langkah nyata dalam memutus rantai penularan di wilayah Kota Salatiga.
Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Kota Salatiga yang telah menginisiasi kegiatan ini. Ia menekankan bahwa peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia, yang secara global jatuh pada tanggal 24 Maret, merupakan momentum krusial untuk meningkatkan kesadaran, komitmen, serta peran aktif seluruh elemen masyarakat. Hal ini selaras dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 yang menitikberatkan pada pentingnya sinergi lintas sektor dalam penanggulangan penyakit tersebut.
Sejalan dengan tema nasional tahun ini, yaitu “Satu Tuberkulosis: Sinergi Aksi Tuntaskan Tuberkulosis”, Wali Kota mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersatu dan bergerak bersama dalam percepatan eliminasi TB. Menurutnya, Tuberkulosis masih menjadi permasalahan serius yang tidak hanya mengancam kesehatan fisik, tetapi juga memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Guna mencapai target Indonesia Bebas Tuberkulosis Tahun 2030, Wali Kota memberikan arahan strategis yang meliputi peningkatan skrining dan deteksi dini di seluruh lapisan masyarakat serta memastikan kepatuhan pengobatan pasien hingga dinyatakan tuntas. Selain itu, diperlukan penguatan edukasi untuk menghilangkan stigma negatif terhadap penderita serta penciptaan lingkungan yang kondusif bagi upaya pencegahan dan pengendalian TB.
Wali Kota menutup arahannya dengan menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat. Ia berharap agar Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan bimbingan dan perlindungan bagi semua pihak dalam mewujudkan masyarakat Kota Salatiga yang sehat, sejahtera, dan bebas dari Tuberkulosis.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Salatiga, dr. Prasit, melaporkan bahwa kegiatan skrining ini menghadirkan 75 sasaran dengan dukungan fasilitas rontgen mobile. Meskipun penggunaan alat rontgen dibatasi sesuai protokol keamanan radiasi, ia menegaskan bahwa momen ini menjadi langkah penting untuk mencermati kasus TB yang ada di Kota Salatiga. Melalui deteksi cepat ini, diharapkan langkah pencegahan dan penanggulangan dapat dilakukan secara maksimal hingga mencapai target eliminasi pada tahun 2030.




Comments are closed