Pemerintah Kota Salatiga melalui Dinas Kesehatan memperkuat upaya mewujudkan generasi sehat melalui pemantauan tumbuh kembang anak sekaligus penguatan pengawasan pelaksanaan Makanan Bergizi Gratis (MBG). Upaya tersebut diwujudkan melalui Workshop Program Kesehatan Anak pada Masyarakat sekaligus peluncuran Sistem Informasi Monitoring Aman Tepat Terpadu dan Akurat Makanan Bergizi Gratis (Simantap MBG) Kota Salatiga yang berlangsung di Ruang Plumpungan, Gedung Setda Lantai 4, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua TP PKK Kota Salatiga sekaligus Bunda PAUD Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, dan diikuti masyarakat, anggota TP PKK, Bunda PAUD kecamatan dan kelurahan, serta pengelola Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya). Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Salatiga, dr. Prasit Al Hakim.
Dalam sambutannya, dr. Prasit menegaskan bahwa kesehatan dan gizi anak merupakan fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Menurutnya, investasi terhadap kesehatan anak sejak usia dini akan menentukan kualitas generasi yang tumbuh dan menjadi bagian penting dari perjalanan Indonesia menuju 2045.
“Stimulasi, deteksi, dan intervensi dini tumbuh kembang harus dilakukan secara maksimal. Peran kita semua menjadi modal kuat untuk menghasilkan generasi yang sehat dan berkualitas,” tegasnya.
Ia menyampaikan bahwa pemantauan tumbuh kembang anak tidak dapat hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan. Keluarga, masyarakat, satuan pendidikan, kader, dan pemerintah perlu membangun kolaborasi agar setiap tahapan pertumbuhan dan perkembangan anak dapat dipantau secara optimal serta segera ditindaklanjuti apabila ditemukan adanya permasalahan.
Sejalan dengan penguatan pemantauan kesehatan anak, Pemerintah Kota Salatiga juga mendorong pengawasan yang lebih kuat terhadap pelaksanaan MBG. Hal tersebut ditandai dengan peluncuran Simantap MBG yang merupakan aksi perubahan yang digagas Oni Suciati, SKM., M.Kes., peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan 5 BPSDMD Provinsi Jawa Tengah.
Simantap MBG dihadirkan untuk memperkuat monitoring dan evaluasi pelaksanaan MBG agar berlangsung aman, tepat, terpadu, dan terukur. Sistem ini diharapkan dapat membantu pemerintah memperoleh informasi secara lebih cepat dan terstruktur, sehingga potensi persoalan, khususnya yang berkaitan dengan keamanan pangan, dapat segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti.
Pengawasan tersebut juga membutuhkan keterlibatan masyarakat. Masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi turut berperan aktif dengan menyampaikan informasi apabila menemukan potensi permasalahan dalam pelaksanaan maupun keamanan pangan MBG. Hal ini menjadi penting mengingat program tersebut menyasar kelompok yang membutuhkan perhatian khusus, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Sementara itu, dalam arahannya Retno menekankan bahwa upaya menjaga kesehatan dan tumbuh kembang anak harus dilakukan secara menyeluruh dan menjadi tanggung jawab bersama. Menurutnya, perhatian terhadap anak tidak cukup hanya pada pertumbuhan fisik, tetapi juga mencakup perkembangan kognitif, bahasa, sosial, dan emosional, serta pemenuhan kebutuhan stimulasi, gizi, perlindungan, dan kasih sayang.
“Anak adalah amanah sekaligus investasi peradaban. Fondasi kualitas sumber daya manusia Salatiga di masa mendatang ditentukan oleh kesehatan, gizi, pendidikan, stimulasi, perlindungan, dan kasih sayang yang kita berikan hari ini,” ujarnya.
Retno menambahkan, kolaborasi antara orang tua, pendidik, kader, tenaga kesehatan, dan pemerintah perlu terus diperkuat untuk menciptakan ekosistem yang mendukung tumbuh kembang anak. Dalam konteks tersebut, Bunda PAUD memiliki peran strategis sebagai penghubung berbagai unsur agar upaya pemenuhan hak dan kebutuhan anak dapat berjalan secara terpadu.
“Bunda PAUD memiliki peran strategis sebagai penghubung kolaborasi antara satuan pendidikan, orang tua, kader Posyandu, dan tenaga kesehatan. Mari kita wujudkan Salatiga sebagai kota ramah anak sekaligus mempersiapkan generasi berkualitas menuju Indonesia Emas 2045,” ajaknya.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh dr. Dicky Adrian Tedja, Sp.A., mengenai stimulasi dan pemantauan tumbuh kembang balita dan anak prasekolah.




Comments are closed