Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., melanjutkan rangkaian kunjungan kerja dan pembinaan ke tingkat kelurahan dengan mengunjungi Kelurahan Cebongan, Selasa (9/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Kelurahan Cebongan tersebut menjadi upaya memperkuat sinergi antara Pemerintah Kota Salatiga dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Dalam arahannya, Robby mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berani menghadirkan inovasi melalui semangat “Salatiga Beda”. Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi penghambat kemajuan wilayah.
“Kalau kita semua ingin maju dengan semboyan ‘Salatiga Beda’, jangan apa-apa terpacu dengan anggaran. Kita buat program yang beda dengan cara memperbanyak kolaborasi,” tegas Robby.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota menyoroti isu lingkungan dan ketahanan pangan. Ia menginstruksikan Linmas, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta tokoh masyarakat untuk aktif mengedukasi warga mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik. Robby menekankan bahwa pengelolaan sampah organik harus dapat diselesaikan secara mandiri dari tingkat rumah tangga.
Di bidang ketahanan pangan, Robby mendorong masyarakat memanfaatkan lahan terbatas melalui inovasi, salah satunya budidaya padi dalam pot sebagai alternatif pemenuhan kebutuhan pangan keluarga.
Robby juga mengapresiasi proses regenerasi anggota Linmas di Kelurahan Cebongan. Menanggapi aspirasi terkait insentif Linmas, Pemerintah Kota Salatiga berkomitmen mengkaji kebijakan anggaran bersama perangkat daerah terkait guna mendukung kesejahteraan dan operasional anggota di lapangan.
Selain itu, dalam upaya mewujudkan masyarakat yang melek teknologi, Pemerintah Kota Salatiga terus mengembangkan program Salatiga Online System (SOS). Program ini diharapkan dapat memperluas akses internet bagi masyarakat sebagai bagian dari transformasi layanan digital.
Sementara itu, Lurah Cebongan, Nurul Huda, S.H., menyampaikan bahwa pelayanan publik di Kelurahan Cebongan didukung oleh tujuh ASN dan satu PPPK paruh waktu, serta diperkuat oleh peran RT, RW, LPMK, dan Linmas. Kelurahan Cebongan yang dihuni lebih dari 5.000 jiwa juga dikenal memiliki tingkat toleransi antarumat beragama yang tinggi serta didukung ratusan pelaku UMKM dengan produk unggulan seperti krecek dan kerupuk karak.
Selain memiliki potensi budaya dan olahraga, Cebongan juga menjadi kawasan strategis yang ditopang sejumlah perusahaan berskala nasional dan internasional, serta berbagai fasilitas pendidikan dan kesehatan.




Comments are closed