Suara decit sepatu di atas lantai kayu dan pantulan bola basket memenuhi udara di GOR SMA Kristen Satya Wacana, Senin siang (5/1/2026). Di tengah keriuhan ratusan pelajar yang hadir, sebuah tradisi tahunan memasuki babak barunya. Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., berdiri di tengah lapangan, untuk menyulut semangat para atlet muda dalam pembukaan LAB CUP XV.
Turnamen yang sudah menginjak tahun ke-15 ini bukan lagi sekadar jadwal rutin bagi SMA Kristen Satya Wacana. Bagi Robby, konsistensi ini adalah sebuah prestasi tersendiri.
“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Tidak mudah menjaga sebuah inisiatif hingga belasan tahun. Ini adalah bukti nyata pembinaan generasi muda kita, baik tingkat SMP maupun SMA, agar mereka belajar berkompetisi dengan jujur dan menjunjung sportivitas tinggi,” ujar Robby dengan nada bangga.
Namun, ada hal lain yang mencuri perhatian sang Wali Kota siang itu. Ia tidak hanya melihat atlet di lapangan, tetapi juga para panitia di balik layar. Ia terkesan melihat bagaimana para siswa SMA sudah mampu mengelola acara layaknya Event Organizer profesional, lengkap dengan deretan sponsor yang berhasil mereka rangkul.
“Kinerja anak-anak kita luar biasa. Mereka punya potensi besar bukan hanya di olahraga, tapi juga kepemimpinan dan manajerial. Pemerintah Kota Salatiga akan terus men-support agar LAB CUP ini tidak berhenti di level regional, tapi bisa melompat ke ajang nasional,” tambahnya.
Di sudut lapangan, Lidwina Kanaya, sang Ketua Panitia, tampak memperhatikan jalannya acara dengan saksama. Baginya dan tim, LAB CUP XV adalah tentang sebuah api yang tak boleh padam. Mengusung tagline “Fight in Flame, Win for Fame,” Lidwina ingin setiap peserta membawa semangat membara namun tetap rendah hati.
“Kami ingin LAB CUP menjadi wadah untuk membentuk karakter. Kemenangan itu bukan sekadar soal piala atau gelar, tapi tentang kehormatan, proses, dan pembelajaran yang dibawa pulang ke sekolah masing-masing,” tutur Lidwina.
Lidwina berharap, lewat keringat dan kerja keras di lapangan ini, persaudaraan antar sekolah di Salatiga justru semakin erat. Ia memimpikan LAB CUP terus menjadi ruang tumbuh bagi bibit-bibit atlet masa depan yang akan mengharumkan nama kota di kancah yang lebih luas.
Sore itu, di hadapan Wali Kota dan sorak-sorai pendukung, LAB CUP XV resmi dimulai. Bukan hanya untuk mencari siapa yang paling jago memasukkan bola ke ring, tapi untuk membuktikan bahwa di Salatiga, sportivitas dan mental juang adalah “nomor satu”.





Comments are closed