Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., bersama Bunda Literasi Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, mengukuhkan Kelompok Kerja (Pokja) Literasi Kota Salatiga di Ruang Kaloka, Lantai 4 Gedung Setda, Jumat (21/8/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat serta Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Salatiga.
Robby mengapresiasi terbentuknya Pokja Literasi sebagai momentum penting untuk menyatukan langkah dan memperkuat ekosistem literasi di Kota Salatiga. Menurutnya, Pokja Literasi memiliki peran strategis sebagai ruang koordinasi dan kolaborasi dalam merencanakan, melaksanakan, serta memantau dan mengevaluasi berbagai program literasi yang dimulai dari lingkungan terdekat masyarakat, yaitu kelurahan.
Pada kesempatan tersebut, ditunjuk pula Ketua Satgas Literasi di masing-masing kelurahan yang diemban oleh Bunda Literasi Kelurahan. Satgas diharapkan menjadi penghubung antara gerakan literasi di tingkat kota dengan kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing.
“Kegiatan yang dilakukan tidak harus selalu besar dan tidak harus selalu berupa kegiatan membaca. Literasi juga dapat hadir melalui kegiatan mendampingi anak belajar, membangun kebiasaan membaca di keluarga, menghidupkan taman bacaan, meningkatkan kecakapan digital masyarakat, mengajak warga memilah informasi dengan baik, serta kegiatan kreatif lainnya,” ujar Robby.
Ia mengajak seluruh warga bersama-sama membangun Salatiga sebagai kota yang masyarakatnya gemar membaca, aktif belajar, kritis dalam menerima informasi, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah.
Sementara itu, Bunda Literasi Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, menekankan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, memahami informasi, dan meningkatkan kualitas hidup di era digital.
“Literasi adalah benteng masyarakat dalam menghadapi derasnya arus informasi. Ini adalah gerakan bersama yang membutuhkan kolaborasi pemerintah, keluarga, komunitas, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat,” ujar Retno.
Sebagai tindak lanjut pengukuhan tersebut, Retno menginstruksikan seluruh lurah di Kota Salatiga untuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) Literasi di tingkat kelurahan paling lambat 1 September 2026. Satgas diharapkan memastikan gerakan literasi membumi hingga tingkat Rukun Warga (RW) dan keluarga.
Retno juga menitipkan tiga tugas utama kepada Satgas Literasi, yaitu menjadi penggerak literasi yang adaptif dengan karakteristik wilayah masing-masing; melakukan pemetaan potensi dan membangun kemitraan dengan unsur masyarakat, seperti PKK dan Karang Taruna; serta mendampingi kegiatan literasi agar berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata.
Sinergi antara pemerintah daerah, Pokja, dan Satgas Literasi kelurahan diharapkan mampu memperkuat budaya literasi dan mewujudkan masyarakat Salatiga yang semakin literat, kritis, dan adaptif di tengah perkembangan informasi dan teknologi.


Comments are closed