Gerakan SEJUTA MIJEL (Sedekah Jelantah Untuk Amal) terus mengajak masyarakat Kota Salatiga mengelola limbah minyak jelantah sekaligus menghadirkan manfaat sosial. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan pengambilan / take out minyak jelantah (mijel) di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Salatiga, Selasa (18/08/2026).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut gerakan SEJUTA MIJEL yang diinisiasi TP PKK Kota Salatiga bersama Pemerintah Kota Salatiga. Ketua TP PKK Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, menegaskan bahwa gerakan ini menggabungkan kepedulian lingkungan dengan semangat berbagi melalui sedekah.
“SEJUTA MIJEL adalah gerakan dari PKK Kota Salatiga untuk mengajak seluruh masyarakat peduli terhadap sampah, khususnya minyak jelantah. Gerakan ini bukan hanya tentang mengurangi limbah, tetapi juga bagaimana sesuatu yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat memberikan manfaat dan menjadi berkah bagi sesama,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, minyak jelantah dikumpulkan ke dalam jeriken, sementara botol, tutup botol, dan plastik dipisahkan sesuai jenisnya. Menurut Retno, pemilahan ini penting untuk membangun kebiasaan masyarakat memilah sampah sejak dari sumbernya.
“Harapan kami, semuanya bisa terpilah dan terfasilitasi pada posnya masing-masing. Ini tidak berhenti di sini. Kami ingin SEJUTA MIJEL terus berkembang dan berkelanjutan,” tegasnya.

Ia menambahkan, semangat sedekah diharapkan menjadi kebiasaan positif sehingga kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan dengan kepedulian sosial.
“Sedekah adalah sesuatu yang harus kita uri-uri. Ketika kita mengamalkan sesuatu untuk kebaikan, insyaallah akan menjadi berkah bagi kita. Karena itu, saya mengajak seluruh warga Salatiga untuk bersama-sama peduli terhadap lingkungan, khususnya melalui gerakan SEJUTA MIJEL,” ajaknya.

Retno menyampaikan, gerakan tersebut tidak hanya menyasar ASN, tetapi terus diperluas dengan melibatkan pemerintah daerah, Sekretariat Daerah, para asisten, OPD, TP PKK, hingga masyarakat luas.
“Persoalan sampah bukan hanya persoalan Salatiga, tetapi menjadi persoalan bersama di berbagai daerah. Karena itu, mari kita mulai dari hal sederhana yang bisa kita lakukan setiap hari. Jangan buang minyak jelantah sembarangan. Kumpulkan, sedekahkan, dan jadikan sesuatu yang bermanfaat melalui SEJUTA MIJEL,” pungkas Retno.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Salatiga, Yunus Juniadi, S.T., M.M., M.T., menyampaikan bahwa antusiasme ASN mendukung gerakan tersebut cukup tinggi. DLH menjadi salah satu titik pengumpulan minyak jelantah yang disetorkan ASN dari berbagai OPD.
“Ini program Kota Salatiga berkolaborasi dengan PKK. Alhamdulillah, banyak teman-teman ASN dari OPD yang memberikan jelantahnya ke DLH untuk kemudian kami serahkan kepada PKK,” ujar Yunus.

Menurutnya, pengumpulan minyak jelantah tidak hanya memberikan manfaat sosial, tetapi juga membantu mengurangi potensi pencemaran lingkungan akibat pembuangan minyak jelantah secara sembarangan. Ia mengajak seluruh ASN untuk terus berpartisipasi dengan menyerahkan minyak jelantah dari rumah tangga maupun aktivitas lainnya kepada DLH.

Pengumpulan awal yang mencapai kurang lebih 2 ton minyak jelantah menjadi modal penting bagi keberlanjutan gerakan. Ke depan, SEJUTA MIJEL diharapkan menjadi salah satu upaya konkret mengurangi limbah minyak jelantah sekaligus memberikan nilai tambah bagi kegiatan sosial dan kemanfaatan masyarakat.

Categories:

Tags:

Comments are closed