Dalam upaya menekan angka kematian ibu dan bayi, Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., secara resmi membuka kegiatan Audit Maternal Perinatal Surveillance Response (AMPSR) yang digelar di Aula Rumah Sakit Umum Puri Asih, Kota Salatiga, Senin (6/7/2026). Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kota Salatiga, Direktur RSU Puri Asih beserta jajaran, Tim Pengkaji Eksternal AMPSR, yakni Dr. dr. R. Soerjo Hadijono, Sp.OG., Subsp.Obginsos., perwakilan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Cabang Semarang, serta Dr. Gatot Irawan Sarosa, Sp.A., Subsp.Neo., Konsultan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Jawa Tengah.
Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi tidak dapat dibebankan hanya kepada Dinas Kesehatan maupun tenaga kesehatan. Menurutnya, diperlukan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, hingga masyarakat.
“Kita tidak bisa mengatasi hulunya kalau di hilirnya kurang memadai. Fasilitas yang lengkap harus didukung SDM yang kompeten. Sebaliknya, SDM yang baik juga harus ditopang fasilitas yang memadai. Namun, itu saja belum cukup. Pelayanan di tingkat dasar juga harus diperkuat. Kita perlu mengaktifkan kembali Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) agar risiko kematian ibu dan bayi dapat ditekan,” tegas Wali Kota.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Salatiga, dr. Prasit Al-Hakim, menekankan bahwa keberhasilan menurunkan angka kematian ibu dan bayi hanya dapat dicapai melalui sinergi lintas sektor, baik dari aspek pelayanan kesehatan maupun dukungan kewilayahan serta para pemangku kepentingan.
“Dalam upaya menurunkan angka kematian ibu maupun bayi tentu dibutuhkan sinergi semua pihak. Tidak bisa hanya dari aspek kesehatan, tetapi juga dukungan kewilayahan dan lintas sektor lainnya. Harapannya, melalui berbagai penguatan ini capaian audit kita pada tahun 2026 dapat semakin baik. Target kami adalah memperoleh skor audit nol (zero score), yang menunjukkan bahwa setiap kasus telah ditangani sesuai standar dan seluruh upaya terbaik telah dilakukan,” ujarnya.
Melalui pelaksanaan Audit AMPSR ini, Pemerintah Kota Salatiga berharap koordinasi dan kolaborasi antarfasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan semakin kuat sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak serta menekan angka kematian ibu dan bayi di Kota Salatiga.




Comments are closed