Dalam upaya meningkatkan pemahaman serta meningkatkan kewaspadaan dalam skrinning Tuberkulosis (TBC/TB), Wali Kota membuka Seminar Tuberkulosis dan Penguatan Kader Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) pada Rabu (10/06/2026). Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Kaloka Lt.4 Gedung Setda Kota Salatiga, kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda, Ketua TP PKK Kota, Kepala Puskesmas se-Kota Salatiga, serta pengasuh pondok pesantren se-Kota Salatiga dan tamu undangan.
Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., menegaskan bahwa pondok pesantren merupakan tempat yang rawan dalam penularan penyakit, terutama penyakit kulit, ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), dan TBC/TB.
”Santri termasuk ‘high risk’ karena tinggal berkelompok dan aktivitas padat. Kader poskestren adalah garda terdepan, kalau kadernya kuat, paham, dan sigap, maka deteksi dini jalan, pencegahan jalan, rujukan ke puskesman jadi cepat,” tegasnya.
Robby juga mengingatkan bahwa stigma negatif para penderita TBC memiliki efek yang lebih besar.
”Yang paling bahaya dalam TBC bukan bakterinya, tapi stigmanya. Santri kena TBC sering dijauhi, piringnya dipisah dan dikucilkan. Saya titip hilangkan stigma. Santri sakit TBC bukan untuk dijauhi tapi dirangkul, diobati sampai tuntas,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Salatiga, dr. Prasit Al-Hakim, M.Kes., menyampaikan bahwa setidaknya terdapat 250 peserta yang meliputi kader Poskestren, kader kesehatan TB, dan pengasuh pondok pesantren yang mengikuti kegiatan seminar ini.
”Saat ini Pemerintah Pusat khususnya Kementerian Kesehatan menitikberatkan prioritas program adalah dalam pengentasan TB. Itulah mengapa topik ini kami ambil dalam forum pertemuan kali ini untuk lebih memastikan kedepannya dari total 43 pesantren yang ada di Kota Salatiga, dengan tidak kurang dari 4745 santri kami targetkan tahun ini bebas TB sekaligus penyakit kulit,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut disampaikan materi “Peran Kementerian Agama dalam Mewujudkan Pesantren Bebas TBC” oleh Kementerian Agama Kota Salatiga, materi “Pentingnya Deteksi Dini, Gejala, dan Upaya Pencegahan TB” oleh IDI Kabupaten Semarang, materi “Kesehatan Kulit di Pondok Pesantren” oleh IDI Kota Salatiga, dan materi “Peran Kader Poskestren sebagai Pengawas Minum Obat TB” oleh MSI Kota Salatiga.




Comments are closed