Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah Provinsi Jawa Tengah, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Tengah kembali menyalurkan bantuan berupa modal usaha produktif, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), serta paket sembako pada Selasa (24/02/2026).
Pada kesempatan ini, Kota Salatiga bersama Kota Semarang, Kabupaten Semarang, dan Kabupaten Boyolali turut menerima bantuan yang diserahkan secara simbolis dalam acara Penyerahan Bantuan Modal Usaha Mustahik Produktif di Grand Ballroom Hotel Wahid Prime, Kota Salatiga. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, didampingi Wali Kota Salatiga dan Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah.
Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (Purn) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menegaskan bahwa pembangunan perekonomian daerah harus diawali dengan terpenuhinya kebutuhan pokok masyarakat.
“Membangun Provinsi Jawa Tengah pada ujungnya adalah mereduksi atau mengurangi angka kemiskinan dengan cara menyejahterakan masyarakat. Yang utama adalah kecukupan sandang, pangan, dan papan. Bantuan ini merupakan stimulus dari Baznas untuk mengangkat ekonomi mikro di wilayah kita. Dengan bantuan ini, saya berharap status usaha Bapak/Ibu dapat meningkat.”
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kinerja seluruh pihak yang berhasil menurunkan angka kemiskinan di Jawa Tengah.
“Provinsi Jawa Tengah berhasil menurunkan angka kemiskinan dari 9,58% menjadi 9,3%. Ini berkat kerja keras kita bersama. Selain itu, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah mencapai 5,37%, berada di atas rata-rata nasional.”
Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., mengungkapkan bahwa program pemberdayaan berbasis zakat merupakan bagian penting dari ekosistem kesejahteraan sosial. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat memperkuat kemandirian masyarakat.
“Kegiatan ini memiliki arti strategis karena menguatkan peran zakat sebagai instrumen pembangunan sosial ekonomi, mendukung percepatan pengentasan kemiskinan secara kolaboratif, serta memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk bangkit melalui usaha produktif dan hunian yang layak. Pemerintah Kota berkomitmen memperluas sinergi bersama Pemerintah Provinsi dan lembaga zakat untuk menguatkan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah.”
Sementara itu, Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah, Dr. KH. Ahmad Darodji, M.Si., mengajak para penerima bantuan (mustahik) untuk tetap optimis dan bersungguh-sungguh dalam mengembangkan usaha. Ia berharap, melalui kerja keras dan ketekunan, para penerima bantuan dapat meningkatkan taraf hidup dan kelak menjadi muzaki.
“Kita perlu berterima kasih kepada para muzaki. Tanpa mereka, bantuan hari ini tidak akan ada. Panjenengan harus bersungguh-sungguh. Setiap empat bulan, para pedagang akan kami undang untuk melaporkan perkembangan usaha dalam pendampingan UMK ini. Insyaallah kami siap terus membantu.”
Dalam kesempatan tersebut, diserahkan bantuan rehabilitasi RTLH sebanyak 750 unit, bantuan modal usaha produktif senilai total Rp5.250.000.000 kepada 1.750 pelaku usaha mikro dan kecil, serta Paket King Salman Baznas RI berupa paket sembako kepada perwakilan penyuluh agama.
Penyerahan bantuan ini diharapkan tidak hanya menjadi dukungan jangka pendek, tetapi juga menjadi awal tumbuhnya kemandirian ekonomi masyarakat serta penguatan upaya pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan di Jawa Tengah.




Comments are closed