Menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia terkait target Indonesia Bersih Sampah 2029, Pemerintah Kota Salatiga mengikuti aksi kerja bakti massal (korve) serentak se-Jawa Tengah dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN). Kegiatan yang dipusatkan di Halaman Rumah Dinas Wali Kota Salatiga pada Selasa pagi, 24 Februari 2026, ini melibatkan sedikitnya 430 personel gabungan dari unsur masyarakat dan instansi pemerintah.
Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., memimpin langsung apel kesiapan yang dihadiri Wakil Wali Kota Nina Agustin, jajaran Forkopimda, Pj. Sekda, para Asisten, Kepala OPD, Camat, Lurah, hingga Ketua TP PKK Kota Salatiga. Dalam arahannya, Wali Kota menegaskan bahwa aksi ini merupakan implementasi nyata gerakan Indonesia Asri yang mencakup Aman, Sehat, Resik, dan Indah sebagaimana dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Wali Kota menjelaskan, kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial atau insidental, melainkan komitmen berkelanjutan untuk membangun budaya peduli sampah di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya peran setiap elemen, mulai dari keluarga hingga instansi pelayanan publik, dalam bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkan. Terkait regulasi, Wali Kota juga mengklarifikasi bahwa Perda Retribusi Sampah bukan untuk membebani masyarakat, melainkan sebagai stimulus agar warga semakin mandiri dalam memilah dan mengelola sampah sehingga beban biaya dapat ditekan seminimal mungkin.
Strategi pengelolaan sampah di Kota Salatiga diarahkan pada pemisahan ketat antara limbah organik dan anorganik. Sampah organik diharapkan selesai di sumbernya melalui pembuatan lubang biopori, jugangan, atau komposter sehingga tidak perlu diangkut ke TPA. Sementara itu, sampah anorganik seperti botol plastik dan kertas dikelola melalui Bank Sampah Induk untuk dikonversi menjadi tabungan emas bagi warga. Dalam aksi tersebut, Pemerintah Kota juga menggelar gerakan penukaran kantong plastik dengan tas belanja ramah lingkungan sebagai bentuk edukasi langsung kepada masyarakat.
Ratusan peserta korve disebar ke sejumlah titik strategis, antara lain kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Pattimura, Jalan Diponegoro, dan Jalan Pemuda. Seluruh personel bahu membahu membersihkan drainase dan fasilitas umum di bawah koordinasi lapangan yang terintegrasi. Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan lokasi oleh jajaran Forkopimda serta pelaksanaan teleconference bersama Gubernur Jawa Tengah.
Dalam dialog virtual tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menekankan pentingnya kedewasaan dan keseriusan seluruh pihak dalam menyikapi persoalan sampah di Jawa Tengah yang mencapai jutaan ton per tahun. Ia mendorong seluruh kepala daerah untuk segera mengeksekusi rencana aksi nyata guna mencapai target bebas sampah tahun 2029.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota menegaskan komitmen Pemerintah Kota untuk mengoptimalkan kembali gerakan Jumat Bersih yang telah berjalan, dengan mendorong setiap lingkungan kerja dan warga meluangkan waktu satu jam sebelum beraktivitas untuk menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.




Comments are closed