Sebagai upaya revitalisasi Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Salatiga, Wali Kota bersama Ketua Dekranasda Kota Salatiga beserta jajaran pengurus serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan Kota Salatiga menggelar Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kurasi Produk Kerajinan yang akan dipamerkan di Dekranasda Kota Salatiga. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Kerja Wali Kota, Senin (23/02/2026) siang.

Rapat koordinasi dipimpin oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan Kota Salatiga, Agung Hendratmiko, ST., MT., M.Si. Dalam laporannya, Agung menyampaikan bahwa pihaknya telah menyusun Surat Keputusan tentang pembentukan tim kurasi yang akan bertugas menyeleksi produk-produk UMKM yang layak ditampilkan di Dekranasda.

Ia menjelaskan, pada tahap awal tim kurasi akan melakukan penilaian terhadap 30 perusahaan atau UKM dengan sejumlah aspek penilaian, yakni kualitas produk (30 persen), desain dan inovasi (25 persen), kearifan lokal (15 persen), daya saing pasar (20 persen), serta legalitas dan branding (10 persen).
“Melalui strategi jangka pendek ini, kami berharap produk-produk yang telah dikurasi dapat segera ditampilkan di Dekranasda, khususnya dalam momentum Apeksi mendatang,” ujarnya.

Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., menegaskan komitmen Pemerintah Kota untuk terus mengembangkan dan mendampingi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di sektor ekonomi kreatif.
“Kehadiran bapak dan ibu semua menjadi wujud semangat bersama untuk mengangkat potensi Salatiga, khususnya di bidang ekonomi kreatif. Wajah ekonomi kreatif kota akan tercermin dari Dekranasda. Pemerintah Kota juga akan melakukan upaya renovasi secara efisien, mengingat gedung tersebut sebenarnya sudah layak digunakan dan memiliki nilai historis yang tinggi. Peran kurator di sini lebih pada pengendalian kualitas produk agar benar-benar layak dipasarkan,” tegasnya.

Ketua Dekranasda Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, turut menegaskan bahwa Dekranasda harus siap menampilkan produk unggulan daerah, terutama dalam menyambut kunjungan tamu dalam waktu dekat.
“Saya memiliki tanggung jawab untuk menghidupkan kembali Dekranasda. Momentum kedatangan tamu ini menjadi kesempatan bagi kita untuk menampilkan produk unggulan Kota Salatiga. Idealnya kurator adalah tenaga profesional bersertifikat, namun untuk tahap awal di tingkat kota, kami melibatkan pelaku UKM ekonomi kreatif yang telah memiliki pengalaman dikurasi secara profesional. Bagi UKM yang belum lolos kurasi, tentu akan tetap kita dampingi agar kualitasnya meningkat dan siap bersaing,” ungkapnya.

Rapat koordinasi ini menjadi langkah awal strategis dalam menghidupkan kembali peran Dekranasda sebagai etalase karya terbaik pelaku UMKM Kota Salatiga. Melalui proses kurasi yang terarah dan pendampingan berkelanjutan, diharapkan produk-produk unggulan daerah tidak hanya mampu bersaing di tingkat lokal, tetapi juga semakin dikenal di tingkat regional hingga nasional.

Categories:

Tags:

Comments are closed