Sebagai wujud komitmen Pemerintah Kota Salatiga dalam upaya penanggulangan kemiskinan, Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustin memimpin Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Tahun 2026 pada Jumat (20/02/2026). Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Plumpungan Lantai 4 Gedung Setda Kota Salatiga ini diikuti oleh Pj. Sekretaris Daerah, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kota Salatiga, serta Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Salatiga.
Wawali sekaligus Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK), Nina berharap seluruh OPD dan pemangku kepentingan di Kota Salatiga dapat bekerja sama dan berkolaborasi dalam menangani kemiskinan. Upaya yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pengentasan kemiskinan, tetapi juga memperkuat jaring pengaman agar masyarakat tidak jatuh ke dalam kemiskinan, bahkan kemiskinan ekstrem.
“Saya harap data yang kita miliki selalu terbarui sehingga progres yang kita lakukan bisa tepat sasaran. Saya juga berharap program-program yang dilaksanakan tidak hanya membantu masyarakat keluar dari kemiskinan, tetapi juga mampu membuat mereka mandiri dalam menopang perekonomian keluarga. Saya minta kolaborasi antar sektor benar-benar berjalan dengan baik sehingga bukan hanya penanggulangan, tetapi juga pengentasan kemiskinan dapat kita wujudkan,” tegasnya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Salatiga, Dr. Siswo Hartanto, S.E., M.Si., berharap monitoring yang dilakukan setiap semester dapat meningkatkan kualitas solusi penanggulangan kemiskinan agar lebih sesuai dengan tren di masyarakat. Dengan demikian, penanganan kemiskinan dapat dilakukan lebih rinci per kasus dan manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
“Dari laporan penanggulangan kemiskinan tahun 2025, capaian kita cukup baik karena mampu menurunkan angka kemiskinan menjadi 4,2 persen, melampaui target tahun 2025. Pada tahun ini, kami akan menyampaikan laporan setiap semester terkait rencana dan realisasi program penanggulangan kemiskinan tahun 2026. Isu strategis penanggulangan kemiskinan mencakup empat sasaran, yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan potensi ekonomi lokal, pemenuhan infrastruktur dan kebutuhan dasar, serta penanganan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS),” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut juga dibahas sembilan dimensi intervensi, meliputi bidang infrastruktur, kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan, konsumsi, ekonomi, sosial, dan kewilayahan. Melalui sinergi lintas sektor dan perencanaan berbasis data, Pemerintah Kota Salatiga optimistis upaya penanggulangan kemiskinan dapat berjalan lebih efektif serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.




Comments are closed