Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, menghadiri Town Hall Meeting dan Pencanangan Gerakan Nasional Pengembangan Ruang Terbuka Hijau dan Biru (GALANG RTHB) yang digelar oleh Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan di Tebet Eco Park, Jumat (13/02/2026).
Kegiatan tersebut dibuka dengan arahan kebijakan dari Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, yang menegaskan pentingnya sinergi nasional dalam mewujudkan kesejahteraan (prosperity) dan keberlanjutan (sustainability) melalui penguatan ruang terbuka hijau dan biru di seluruh daerah.
Dalam arahannya, Menko AHY menekankan bahwa target 30 persen Ruang Terbuka Hijau (RTH) merupakan amanat undang-undang yang harus diwujudkan bersama oleh pemerintah pusat dan daerah. RTH dinilai berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim, pengurangan risiko bencana, peningkatan kualitas udara, hingga penguatan ekonomi kreatif berbasis ruang publik.
Dalam sesi dialog, Wali Kota Salatiga memaparkan kondisi riil Kota Salatiga yang memiliki luas wilayah 56,67 km² dengan capaian RTH sekitar 17 persen. Keterbatasan lahan menjadi tantangan utama dalam mengejar target 30 persen RTH. Namun demikian, Pemerintah Kota Salatiga memilih pendekatan peningkatan kualitas dan intensitas ruang hijau melalui inovasi berbasis masyarakat.
“Ruang terbuka hijau dan biru bukan lagi pelengkap pembangunan, tetapi harus menjadi inti pembangunan daerah. Kami di Salatiga terus mendorong inovasi berbasis rumah tangga seperti hidroponik, urban farming, serta gerakan tanam cabai dan padi kota sebagai kontribusi nyata mendukung target nasional 30 persen,” ujar dr. Robby Hernawan.
Sebagai bentuk implementasi, Pemkot Salatiga telah menggulirkan sejumlah program inovatif, antara lain gerakan ibu-ibu PKK menanam pohon (Rabo Pon), pengembangan urban farming berbasis hidroponik dengan dukungan CSR perusahaan, serta gerakan satu murid menanam dua pohon cabai untuk membantu menekan inflasi daerah.
Tak hanya itu, Wali Kota juga memperkenalkan program “Padi Kering”, yakni penanaman padi dalam pot di setiap rumah warga. Dengan sekitar 50.000 rumah di Salatiga, apabila setiap rumah menanam 4–5 pot padi, maka dalam satu kali panen (90–95 hari) diperkirakan dapat menghasilkan hingga 50 ton beras tanpa memerlukan lahan sawah yang luas.
Gerakan Nasional GALANG RTHB sendiri mengedepankan kolaborasi pentahelix antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media. Ruang terbuka hijau dan biru diharapkan tidak hanya berfungsi secara ekologis, tetapi juga menjadi pusat aktivitas sosial serta ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan.




Comments are closed