Bertempat di Ruang Kalitaman Lt.2 Gedung Setda Kota Salatiga, Wali Kota Robby mengikuti Pencanangan Kecamatan Berdaya Provinsi Jawa Tengah pada Kamis (30/10/2025) di Kecamatan Masaran Kabupaten Sragen secara online. Kegiatan ini ini diikuti oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Salatiga, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda, Kepala Organisasi Perangkat Daerah terkait, tamu undangan serta jajaran Pemerintahan Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah secara online.
Gubernur Provinsi Jawa Tengah, Komjen Pol (Purn) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menyampaikan bahwa ujung tujuan Kecamatan Berdaya adalah mengurangi angka kemiskinan dengan menanamkan serta menggali potensi baik sumber daya alam maupu sumber daya manusia di wilayah masing-masing.
”Nafas dari Kecamatan Berdaya ini adalah untuk potensi wilayah di seluruh Kabupaten/Kota, untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat kita secara adil dan merata bahwa masyarakat punya hak yang sama kepada negara yang harus dilindungi. Provinsi itu tidak punya penduduk, tidak punya yurisdiksi, yang punya adalah Bupati/Wali Kota dan kecamatan, kita geser ke sana. Pencanangan ini kita lakukan dengan harapan itu nanti akan berkembang dan berkelanjutan, sehingga tidak ada lagi desa-desa kita yang disasar karena masyarakatnya tidak berdaya.”
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, SE, MM., melaporkan kemajuan atau progres dari pencanangan Kecamatan Berdaya pertama kali pada bulan April lalu.
”Hingga saat ini sudah ada 25 Kabupaten/Kota yang telah menetapkan SK Tim Pembina Kecamatan Berdaya, masih terdapat 9 Kabupaten/Kota yang belum yaitu Brebes, Jepara, Kota Pekalongan, Kota Surakarta, Kabupaten Kudus, Magelang, Kabupaten Rembang, Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Wonosobo.”
Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., menyampaikan bahwa di Kota Salatiga seluruh kecamatan telah menjalankan program Kecamatan Berdaya, sehingga nanti bisa dicanangkan dan disempurnakan saja.
”Kalau kita lihat program-programnya kita sudah laksanakan semua, tinggal perlu disempurnakan. Kecamatan Berdaya ini mempunyai 4 fokus sasaran yaitu Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA) di Kecamatan sudah dibentuk dan ada SK-nya, dan kepanjangan di tingkat kelurahan juga ada Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) bahkan di tingkat kota pun ada namanya Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A). Kemudian sasaran kedua adalah sport center, dari 23 kelurahan di Salatiga rata-rata sudah memiliki lapangan nanti tinggal disempurnakan lagi kualitasnya sesuai standar. Kemudian sasaran ketiga adalah Taruna Karya Mandiri atau Zilenial ini yang masih banyak harus kita garap, kita harus berkolaborasi dengan dinas-dinas lain untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi generasi muda kita. Lalu yang terakhir adalah kesejahteraan disabilitas dan lansia, kita perlu terus meningkatkan misalnya pengecekan kesehatan para lansia, dan kita perlu membuat surat instruksi bahwa perusahaan wajib merekrut teman-teman disabilitas sebanyak 2% dari total karyawan yang ada, sesuai dengan kemampuannya tentunya.”
Melalui pencanangan ini, Pemerintah Kota Salatiga menegaskan kesiapan seluruh kecamatan dalam melanjutkan dan menyempurnakan program Kecamatan Berdaya secara berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah daerah, perangkat kecamatan, kelurahan, serta peran aktif masyarakat diharapkan mampu memperkuat kemandirian wilayah, meningkatkan kesejahteraan, dan memperluas akses layanan bagi seluruh warga.






Comments are closed