Salatiga – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinpersip) Kota Salatiga menggelar Festival Literasi (LitFest) 2025 selama empat hari, mulai 27 hingga 30 Agustus 2025, di lingkungan Gedung Korpri Salatiga. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustin, melalui pemukulan gong pada Rabu (27/8) malam.
Pembukaan turut dihadiri Kepala Dinpersip Provinsi Jawa Tengah, Vice President Frankfurt Book Fair (FBF), Forkopimda, kepala Dinpersip se-Jawa Tengah, kepala OPD, komunitas literasi, serta segenap tamu undangan.
Mengusung tema “Membaca Dunia, Menulis Masa Depan”, LitFest 2025 diharapkan mampu menghadirkan ruang inspiratif bagi masyarakat. Tema ini dimaknai sebagai upaya memperluas wawasan tidak hanya pada lingkup lokal, tetapi juga global, sekaligus meningkatkan daya kritis masyarakat melalui budaya literasi.
“Gerakan literasi ini adalah gerakan bersama, yang bisa tumbuh dan kuat jika dibangun secara kolektif,” ujar Nina Agustin dalam sambutannya. Ia menekankan bahwa LitFest menjadi ruang temu antara kekuatan lokal dan inspirasi global. Nina juga menyebutkan bahwa Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kota Salatiga mencapai 100,00 jauh di atas IPLM Jawa Tengah (70,57) maupun nasional (73,52).
Beragam kegiatan tersaji dalam LitFest 2025, mulai dari talkshow yang menghadirkan Wakil Wali Kota Nina Agustin, Wakil Ketua DPRD Yuliyanto, Vice President FBF Claudia Kaiser, serta CEO Educa Studio Andi Taru. Selain itu, masyarakat juga dapat mengikuti bedah buku, pelatihan storytelling, pertunjukan seni, live music, hingga bazar buku yang berlangsung selama empat hari penyelenggaraan.
Kepala Dinperpus Provinsi Jawa Tengah dalam sambutannya menegaskan pentingnya kegiatan literasi ini. “Kegiatan ini menunjukkan komitmen dan gerak bersama untuk membudayakan literasi. Tidak hanya sekadar mengadakan acara, tetapi untuk membudayakan membaca di masyarakat. Bahkan, acara ini tidak hanya digelar untuk kalangan remaja, tetapi juga anak usia dini,” ujarnya.
Dengan hadirnya LitFest 2025, Salatiga diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai kota yang konsisten membangun budaya literasi, sekaligus menjadi inspirasi bagi daerah lain.






Comments are closed