Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG. menerima kunjungan dari Grup Keroncong Kawula Alit untuk meminta dukungan dan doa restu di ajang nasional. Didampingi oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, kunjungan diterima di Ruang Kerja Wali Kota, Jumat (22/08/2025).

Dalam pengantarnya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Salatiga, Henni Mulyani, menjelaskan bahwa Grup Keroncong Kawula Alit ini merupakan grup keroncong rintisan yang dibina oleh Grup Keroncong Wong Pitoe yang merupakan grup asli dari Kota Salatiga. Grup Keroncong Kawula Alit dinyatakan lolos pada babak seleksi yang kemudian berkesempatan untuk bertanding di ajang nasional dalam Festival Keroncong Impresif Nasional Tahun 2025 “Sinkron” yang diselenggarakan pada 24 Agustus 2025 mendatang di Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur.

Henni menyatakan jika Disbudpar telah berusaha semaksimal mungkin dalam memfasilitasi dan memohon doa restu dari Wali Kota Salatiga agar anak-anak yang merupakan bibit prestasi di bidang kebudayaan ini dapat melaksanakan pertandingan dengan lancar dan diharapkan dapat pulang membawa juara.

Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG. menyambut baik kehadiran Grup Keroncong Kawula Alit dan menyatakan dukungan atas partisipasi grup ini di ajang nasional. Robby berharap grup ini dapat membawa nama baik Kota Salatiga serta memberikan penampilan terbaik dalam lomba.

“Terima kasih Bu Henni, telah mengupayakan fasilitasi, semoga ke depan ada fasilitas dan pembinaan yang lebih baik. Untuk anak-anak silakan berangkat dengan niat yang baik dan berjuang secara optimal sekuat tenaga dan penuh semangat,” kata Robby.

“Kalah menang itu hal biasa, karena dalam pertandingan opsinya cuma dua, kalah atau menang. Yang penting berjuang dulu, tampilkan kemampuan seoptimal mungkin. Selamat berjuang dan bertanding semoga pulang ke Salatiga membawa Juara.” Tambahnya.

Robby juga mengutarakan keinginannnya agar Kota Salatiga mempunyai gedung kesenian yang dapat digunakan pegiat seni untuk berlatih dan berkarya bersama-sama berprestasi di bidang kesenian dan kebudayaan.

Ketua Sanggar Wong Pitoe, Asmara Saputra, juga mengutarakan keinginan agar kesenian keroncong dapat masuk ke salah satu ekstrakulikuler di sekolah-sekolah sebagai salah satu upaya regenerasi. “Kami sudah mengajukan usulan ke Dinas Pendidikan semoga dapat dipertimbangkan, seperti beberapa daerah di Jawa Timur yang telah memasukkan Kesenian Keroncong dalam Ekstrakulikuler sekolah.” Ungkapnya.

Dalam festival nanti akan berangkat 1 tim Keroncong Kawula Alit dengan jumlah anggota 9 orang, dengan target masuk dalam tiga besar pemain ukulele terbaik. Grup Kawula Alit dengan anggota anak-anak usia sekolah SMP dan SMA/SMK/MAN di Kota Salatiga.

Categories:

Tags:

Comments are closed