Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG, menghadiri Indonesia International Smart City Expo & Forum (IISMEX) 2025 yang digelar di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (14/08/2025). Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Dr. Safrizal ZA, M.Si, yang sekaligus menjadi narasumber utama.
Forum tersebut membahas beragam isu strategis dalam pembangunan Smart City, termasuk konsep perumahan pintar yang ideal, penataan sistem penyediaan air minum, serta solusi tantangan PDAM untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Kegiatan ini juga bersinergi langsung dengan program Presiden Republik Indonesia tentang penyediaan 3 juta rumah, yang menekankan ketersediaan hunian layak, modern, dan terjangkau bagi masyarakat.
Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG, menyampaikan bahwa pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperoleh referensi pembangunan kota yang berkelanjutan.
“Saya menghadiri IISMEX di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran di mana dibahas tentang perumahan-perumahan smart yang ideal dan penataan air, terutama PDAM, yang diperlukan untuk kebutuhan dasar masyarakat. Hasil forum ini akan saya bawa sebagai bekal untuk pembangunan Kota Salatiga agar lebih modern, efisien, dan berdaya saing,” ujar Wali Kota.
Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Dr. Safrizal ZA, M.Si, menegaskan pentingnya transformasi paradigma pembangunan kota.
“Smart City bukan sekadar proyek teknologi informasi, tetapi perubahan budaya kerja yang menuntut komitmen, kapasitas SDM, dan tata kelola yang baik. Dengan sinergi program nasional, termasuk penyediaan 3 juta rumah oleh Presiden, daerah diharapkan mampu menyediakan hunian layak yang terintegrasi dengan layanan publik yang modern dan efisien,” jelasnya.
Dalam paparannya, Dr. Safrizal ZA juga mengurai tantangan penerapan Smart City di daerah, seperti rendahnya kapasitas SDM di bidang teknologi informasi, infrastruktur TI yang belum memadai, hingga komitmen kepala daerah yang masih bervariasi.
Terkait pengelolaan air, forum ini membedah permasalahan PDAM mulai dari pipa tua, kebocoran, tarif di bawah biaya produksi, hingga tantangan tata kelola. Berbagai rekomendasi strategis pun disampaikan, di antaranya:
• Pembiayaan infrastruktur berkelanjutan melalui kombinasi pendapatan operasional, investasi, dan hibah.
• Konservasi sumber daya air untuk menjaga kualitas dan ketersediaan.
• Penerapan teknologi informasi/IoT dan AI guna meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan.
• Penerapan satu tarif dasar air yang transparan, disertai kebijakan subsidi tepat sasaran.
Forum ini juga mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 59 Tahun 2022 tentang Perkotaan, yang mengatur kelengkapan fasilitas umum dan sosial guna mendukung terciptanya lingkungan kota yang layak huni, produktif, dan berkelanjutan.
Menutup keterangannya, Wali Kota Salatiga menegaskan komitmennya untuk mengintegrasikan hasil forum ke dalam perencanaan pembangunan kota.





Comments are closed