Ketua Penggerak PKK Kota Salatiga Retno Robby Hernawan menghadiri Forum Konsultasi Publik “Penguatan Layanan Perlindungan Perempuan dan Anak melalui Pembentukan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak”, bertempat di gedung Aula BKPSDM Kota Salatiga, Selasa (12/08/2025). Forum ini juga dihadiri segenap instansi pemerintah dan orginisasi masyarakat.

Forum ini diadakan oleh DP3APPKB Kota Salatiga sebagai sarana koordinasi dan sinergi dalam melindungi perempuan dan anak dari segala kekerasan, penindasan, dan diskriminasi. “Data menunjukkan adanya peningkatan siknifikan jumlah kasus yang di tangani DP3APPKB Kota Salatiga pada tahun 2024 tercatat 66 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, sementara itu pada bulan Januari sampai Juli tahun 2025 sudah terdapat 54 kasus, yang terdiri dari 34 kasus terhadap anak dan dan 20 kasus kekerasan terhadap perempuan” ujar Plt. Kepala DP3APPKB Kota Salatiga Yulia Kristiyani.

Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Salatiga menjelaskan bahwa UPTD PPA akan berfungsi sebagai garda terdepan dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, sesuai amanat Peraturan Menteri PPPA Nomor 4 Tahun 2018. “Hasil forum ini akan menjadi bahan penyusunan kebijakan daerah agar layanan perlindungan lebih responsif dan efektif,” ujarnya.

Forum ini menghadirkan 6 narasumber untuk mengisi materi terkait pembentukan UPTD PPA. Narasumber yang dihadirkan berasal dari Kepala Bagian Hukum Setda Kota Salatiga, Bagian Organisasi Setda Kota Salatiga, Yayasan Permulaan Baru Indonesia, UKSW, Plt. Kepala DP3APPKB, dan Kepala UPTD PPA DP3APPKB Kota Surakarta.

Melalui forum ini, diharapkan pembentukan UPTD PPA di Kota Salatiga mendapat dukungan luas dari semua pihak, sehingga upaya perlindungan terhadap perempuan dan anak dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

Categories:

Tags:

Comments are closed