Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG. bersama Sekda Kota Salatiga melaksanakan Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (POK) triwulan II Kota Salatiga. Rakor yang dihadiri oleh Kepala OPD, Camat, dan Kabag Setda dilaksanakan di Ruang Kalitaman Gedung Setda Kota Salatiga, Selasa (29/07/2025).
Kabag Pembangunan Setda Kota Salatiga selaku koordinator melaporkan bahwa dari total pagu belanja tahun 2025 Kota Salatiga pada TW II telah terealisasi sebesar 64,50% dari target TW II. Rincian realisasi ini antara lain Belanja Pegawai sebesar 53%, Belanja Barang Jasa 34%, dan Belanja Modal 0%.
Sedangkan dari sisi pendapatan, target tahun 2025 adalah PAD sebesar 31,8% dari total pendapatan, Pendapatan Transfer sebesar 68,2% dari total pendapatan, dan lain-lain Pendapatan yang sah sebesar 0%. Dari target tersebut, jumlah realisasi di TW II yaitu PAD sebesar 49,09% dari target, Pendapatan Transfer sebesar 45,46% dari target, dan Lain-lain pendapatan yang sah sebesar 0%.
Wali Kota Salatiga meminta penjelasan kepada 5 OPD dengan realisasi terendah berdasarkan data pada aplikasi POK yaitu pada BPKPD, DPUPR, Disbudpar, Bappeda, dan DPUPR.
“Kalau belanja pegawai sampai TW 4 pasti terserap karena sudah pasti peruntukannya, yang perlu diperhatikan adalah belanja barang jasa dan belanja modal yang seharusnya pada TW II paling tidak sudah 50%. OPD yang lain tetap harus diperhatikan pelaksanaan kegiatannya ya, harus sesuai target. Untuk 5 OPD dengan serapan terendah silakan dijelaskan,” kata Robby.
Plt. Kepala BPKPD menjelaskan terkait serapan, bahwa pada sampai TW II beberapa kegiatan dengan serapan rendah adalah kegiatan yang telah berjalan sesuai jadwal namun belum selesai proses keuangannya. Juga ada satu belanja tidak terduga, sampai TW II baru dibelanjakan untuk BSKKM dan Bantuan kehabisan bekal untuk masyarakat dengan dasar pengajuan dari Dinsos.
Sedangkan DPUPR menjelaskan bahwa ada kemunduran jadwal pada kegiatan pengadaan gedung dan bangunan lainnya, namun pada bulan agustus ditargetkan dapat selesai.
Dari Disbudpar menyebutkan bahwa kegiatan terkait pariwisata ada beberapa yang pelaksanaannya menunggu jadwal dari provinsi maupun pusat sehingga terjadi pergeseran waktu pelaksanaan kegiatan.
Kepala Bappeda menyebutkan bahwa kegiatan di Bappeda diefisiensi seperti kegiatan yang semula direncanalan akan dilaksanakan di luar daerah diubah menjadi di dalam daerah. Serta terkait pelaksanaan RPJMD dan RKPD masih menunggu jadwal dari DPRD dan Inspektorat.
OPD terakhir, Dinperkim menjelaskan bahwa rendahnya serapan anggaran di dinperkim dikarenakan adanya hambatan di aplikasi sehingga menunggu selesai proses keuangan saja pada bulan agustus.
Sekda Kota Salatiga, Wuri Pujiastuti berpesan bahwa OPD hendaknya dapat segera melaksanakan administrasi keuangan setelah proses fisik selesai, sehingga didapatkan proporsi serapan yang ideal antara serapan fisik dan serapan keuangan.
Selain membahas realisasi kegiatan sampai dengan TW II tahun 2025, Robby juga menanyakan beberapa hal terkait progres kegiatan di Kota Salatiga.
Program tersebut adalah terkait progres pembangunan TWR, progres tindak lanjut program Koperasi Merah Putih, serta menanyakan program 3 juta rumah yang merupakan program pemerintah pusat, dan program Speling atau Spesialis Keliling yang merupakan program dari Dinas Kesehatan Provinsi Jateng.
Dari pertanyaan tersebut didapat jawaban berikut antara lain, progres pembangunan TWR telah berada di tahap lelang, program koperasi merah putih telah dilakukan persiapan termasuk menyiapkan sekretariat dan bidang usaha. Sedangkan untuk program pusat yaitu program 3 juta rumah, Dinperkim sedang melaksanakan rapat-rapat koordinasi dengan pusat. Dan untuk program Speling, Dinkes Kota Salatiga menyebutkan bahwa masih dalam tahap koordinasi dengan Dinkes Jateng karena dokter spesialis yang ditugaskan di daerah merupakan dokter dari Rumah Sakit Provinsi. Dinkes Kota Salatiga menambahkan untuk program CKG atau Cek Kesehatan Gratis, baru terealisasi sebesar 13% . Untuk mengejar realisasi target sesuai dengan jadwal akan dilaksanakan CKG untuk anak sekolah di bulan agustus, dan selanjutnya di sektor pekerja swasta. Target yang kesadaran keikutsertaannya rendah adalah masyarakat umum, sehingga meminta bantuan kepada kader puskesmas untuk memberi imbauan kepada masyarakat terkait program CKG.
“Terima kasih atas laporan yang disampaikan terkait realisasi kegiatan baik pendapatan maupun belanja. Yang oerlu ditegaskan adalah kita jangan hanya terfokus pada belanja, tapi justru harus lebih fokus pada pendapatan bagaimana bisa mencapai target. Jangan sampai tekor atau defisit, apalagi perubahan ada penambahan-penambahan yang harus diakomodir. Jangan sampai golek-golek, sesuaikan saja dengan kemampuan daerah,” pungkas Robby.



Comments are closed