Wawali: Moderasi Beragama Kuncinya Semangat Silaturrahim

Wakil Wali Kota Salatiga Dr. Muh Haris, SS., M.Si, mengungkapkan bahwa keberhasilan dalam moderasi beragama, kuncinya adalah semangat silaturrahmi dan mengedepankan kasih sayang. Demikian disampaikannya saat memberikan sambutan dalam pembukaan Workshop Penguatan Moderasi Beragama Bagi Para Dai/Penceramah Agama Islam digelar oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Aula Plumpang Gedung Setda Kota Salatiga, 16/11.

Untoro Ketua Panitia Kegiatan menerangkan bahwa tujuan workshop adalah agar segenap dai/penceramah dan kyai mengedepankan Islam rahmatan lil ‘alamin. “Kegiatan ini diikuti oleh 60 peserta yang terdiri dari dai/penceramah, dan kyai se-Salatiga. Diharapkan kita semua mampu menjaga moderasi beragama, dan menjaga predikat Salatiga sebagai kota tertoleran,” Untoro menyampaikan.

Pemateri workshop adalah: Dr. Agus Suaidi, Lc., Ketua MUI Kota Salatiga mengangkat tema Moderasi Beragama Dalam Konsep Islam, selanjutnya tema Aplikasi Sikap Moderasi Beragama dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara dibawakan Ketua FKUB Kota Salatiga Kyai Noor Rofiq, dan H. Taufiqur Rahman membawakan judul Kebijakan Pemerintah dalam Penguatan Sikap Moderasi Beragama. Turut hadir dalam seremonial pembukaan, Sekda Kota Salatiga Ir. Wuri Pujiastuti, MM., pengurus MUI Salatiga Bambang Riantoko.

Dalam sambutannya waki wali kota berharap melalui workshop didapatkan model moderasi beragama yang dapat diterapkan di masyarakat. “Saya berharap nanti banyak ide-ide yang muncul dari para dai dan Kyai dalam mencari formulasi beragama yang tepat. Moderasi dimulai dari semangat silaturrahmi, dengan mengedepankan kasih sayang baik yang berbeda namun seagama dan antarumat beragama,” Dr. Muh Haris menyampaikan harapannya.

“Yang kedua, kuncinya kedewasaan diantara kita dalam menanggapi dan mengelola perbedaan yang ada, melalui workshop perlu kita bangun bersama-sama sehingga kita bisa menemukan bentuk moderasi yang sesuai. Mari kita beri formulasi paling mudah kepada masyarakat dalam menjalankan moderasi beragama,” tambah wawali.