Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustin Saksikan Fashion Show Batik Nusantara dalam rangka hari ibu, karya warga binaan lapas perempuan berkolaborasi dengan desainer baju terkemuka di Semarang. Dibalut dengan tema “Benang Cinta Ibu”, fashion show ini menggambarkan peran aktif penghuni lapas dalam usaha mereka memperindah kehidupannya menjadi lebih baik. Acara ini dilakukan di halaman Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Semarang, Senin (22/12/2025).
Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Drs. Mashudi yang membuka acara ini menegaskan jika karya batik yang ditampilkan dalam fashion show ini menunjukkan kedisiplinan dan kesiapan untuk warga binaan dapat kembali berperan secara positif. Tema “benang cinta ibu” menegaskan jika dengan pembinaan yang dijalankan dapat terwujud peningkatan pembinaan keterampilan dan kesiapan warga binaan untuk kembali ke masyarakat dan pembinaan kemandirian sebagai bagian strategi pendayagunaan warga binaan sekaligus menguatkan ekonomi,” katanya.
Sebagai pendukung jalannya acara ini, Samuel J. D. Wattimena, Anggota Komisi VII DPR RI mengarahkan kepada lapas untuk meningkatkan produktivitas warga binaan dengan memfokuskan pelatihan sesuai bakat dan minat masing-masing.
“Jadi kalau warga binaan mempunyai keahlian satu atau dua hal fokus aja. Jangan warga binaan atau para tim pendukung dari Lapas ini juga harus memikirkan marketing nya juga. Yang memasarkan yang memberikan gagasan yang melakukan penjualan itu teman-teman di luar sehingga produksi warga binaan ini bisa lebih meningkat,” ucapnya.
Hj. Nawal Arafah Yasin selaku Ketua TP PKK Jawa Tengah menyebut jika pengrajin batik di Jawa Tengah semakin lama semakin berkurang, namun permintaannya meningkat. Hal inilah yang perlu didorong untuk dapat memenuhi kebutuhan pasar. “Pengrajin batik dari tahun 2020 sampai 2024 di Jawa Tengah ini menurun sampai 40% tetapi kabar baiknya ekspor pengrajin pada tahun ini meningkat sampai 76%. Sehingga hari ini kita akan sama-sama melihat bagaimana kreativitas inovasi dari warga binaan untuk sama-sama melestarikan melestarikan budaya dan juga mengembangkan kapasitas diri pada warga binaan,” ujarnya.
Dalam kesempatan ini, Nina bersama-sama Wali Kota dan Bupati Kendal melaunching Batik Malini Padma/Bunga Teratai karya asli dari warga binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Semarang untuk selanjutnya dilelang untuk bantuan kemasyarakatan di wilayah bencana.




Comments are closed