Wali Kota Meminta Ilmu Kewirausahaan Langsung Dipraktikkan

Wali Kota Salatiga Yuliyanto, SE, MM., meminta agar ilmu dari pelatihan langsung dipraktikkan.  Permintaan disampaikan saat memberikan sambutan pada pembukaan Pelatihan Manajemen Kewirausahaan Tahun 2021 digelar Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Salatiga di Aula Ganesha, 23/11.

Pemateri yang dihadirkan adalah:Fitra Jaya Saleh CEO Pondok  Preneur Indonesia, CEO Jelas Corp, CEO Raihanshop Trainer Bisnis Nasional, Andika Renda dari Kaizen Room, Rizal Arif Windriatmoko Direktur BUMD Wringin Putih Magelang, dan Mahfut Ali dari Ali Alie culinary.

Muh Nasiruddin, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga menyampaikan tujuan pelatihan memberikan ruang pembelajaran serta peningkatan kapasitas bidang kewirausahaan bagi pemuda wirausaha pemula. Selanjutnya mewujudkan gagasan inovatif seseorang dalam bidang usaha, menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda dalam bidang usaha, menemukan cara berpikir yang baru dan melakukannya dengan cara-cara baru dalm berwirausaha, dan sinkronisasi program dan kegiatan yang dilaksanakan organisasi kepemudaan. Sementara peserta adalah pemuda di wilayah Salatiga berjumlah 60 orang,” bebernya.

Tampil sebagai pemateri pembuka, Fitra Jaya Saleh menyampaikan pentingnya merubah pola pikir. “Jenis-jenis pekerjaan yaitu: pegawai, pedagang, juragan, pengusaha, dan investor. Ketika orang ingin berubah profesi yang harus dirubah pertama adalah pola pikir. Perbedaan keduanya misalnya pedagang fokus pada produk, kalau pedagang fokus pada pasar. Pedagang fokus menjual dagangan yang bisa dibeli, sedangkan pengusaha fokus membeli apa yang bisa dijual atau fokus pasar. Pedagang berani membuang waktu  untuk menjaga uangnya,  sedangkan pengusaha berani buang uang untuk menjaga waktunya,” jelas pemilik Pondok Preneur ini .

Wali kota menambahkan jika pemuda harus memiliki jiwa mandiri. “Semoga pelatihan ini dapat tumbuhkan kemandirian generasi muda. Karena kemandirian adalah modal mengahadapi perkembangan zaman. Saya berharap peserta bisa mengikuti kegiatan sebaik-baiknya, sehingga selesai pelatihan. Pesan saya jangan jadi pemuda yang malas, tapi jadilah pemuda yang terus bergerak menghadapi semua tantangan,” Yuliyanto berpesan.