Ketua Tim Penggerak PKK Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, menggelar Rapat Pleno perdana awal tahun 2026 di Rumah Dinas Wali Kota Salatiga, Kamis (08/01/2026). Rapat diikuti jajaran pengurus TP PKK Kota Salatiga serta Ketua TP PKK Kecamatan dan Kelurahan se-Kota Salatiga.
Rapat diawali dengan pemaparan program kerja masing-masing Kelompok Kerja (Pokja). Pokja 1 menyampaikan rencana pembinaan rohani melalui Pengajian Smart PKK dan Kebaktian PKK sebagai kegiatan baru, sekaligus penguatan Tim Paralegal PKK Kota Salatiga yang kini beranggotakan 63 orang tersertifikasi. Pokja 1 juga membuka peluang penataan ulang (reshuffle) keanggotaan di tingkat kecamatan dan kelurahan guna meningkatkan efektivitas kinerja.
Pokja 2 memfokuskan program Quick Win melalui pengembangan Rumah Dilan (Rumah Pendidikan dan Keterampilan), Taman Bacaan Masyarakat (TBM), serta penguatan Koperasi Sekar Bersemi PKK Kota Salatiga yang disertai monitoring dan evaluasi rutin. Selain itu, direncanakan kegiatan turun ke bawah (turba) mulai akhir Januari 2026 untuk memastikan implementasi program, termasuk pada sektor UMKM, stunting, dan pendidikan.
Pokja 3 menekankan ketahanan pangan keluarga dan kepedulian lingkungan melalui program Aku Hatinya PKK, gerakan Rabu Pon, serta pilah sampah rumah tangga dengan slogan “Sampahku, Tanggung Jawabku”. Sementara Pokja 4 berfokus pada penanganan stunting, penguatan Posyandu 6 SPM, program Genting, serta pemantauan kesehatan lingkungan sekolah dan UKS.
Dalam arahannya, Ketua TP PKK Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, menegaskan pentingnya kesamaan ritme kerja dan sinergi di seluruh lini organisasi. Ia mendorong penataan sumber daya manusia agar setiap kader berada pada posisi yang sesuai dengan potensi dan keahliannya.
“Kita harus bergerak dengan kecepatan dan standar kerja yang sama. Penataan atau reshuffle dapat dilakukan bila diperlukan agar kinerja semakin optimal,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa PKK harus hadir nyata sebagai mitra strategis pemerintah.
“PKK bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi harus memberi dampak langsung bagi masyarakat, mulai dari stunting, literasi, UMKM, hingga lingkungan hidup,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Ketua TP PKK turut menguatkan komitmen terhadap program Quick Win Kota Salatiga, seperti Rumah Dilan, TBM, koperasi, pengelolaan sampah, Posyandu 6 SPM, serta program Lansia Berdaya (Si Daya) yang masuk dalam Pokja 1.
Rapat pleno juga diisi paparan Dinas Lingkungan Hidup Kota Salatiga terkait sosialisasi Retribusi Pelayanan Kebersihan dan Persampahan (RPKP). Disampaikan bahwa TPA Ngronggo mendekati kapasitas maksimal, sehingga diperlukan pengelolaan sampah berbasis pemilahan dari sumber, optimalisasi bank sampah, dan peningkatan kesadaran masyarakat.
Melalui rapat pleno ini, TP PKK Kota Salatiga menegaskan komitmen mengawali tahun 2026 dengan langkah yang lebih terarah, solid, dan berorientasi pada hasil nyata demi terwujudnya masyarakat Salatiga yang sejahtera, berdaya, dan peduli lingkungan.





Comments are closed