Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., menegaskan bahwa predikat Kota Tertoleran yang disandang Salatiga bukan sekadar trofi kebanggaan, melainkan komitmen moral yang harus terus dijaga dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut disampaikannya saat memimpin Audiensi Wali Kota dan Forkopimda bersama Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) se-Kota Salatiga di Ruang Kaloka, Gedung Setda, Kamis (5/11/2026).

Mengusung tema “Inklusi Sosial dalam Toleransi” Robby menekankan bahwa toleransi sejati harus diwujudkan melalui pemberian ruang hidup yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi seluruh warga tanpa terkecuali.
“Tidak ada yang namanya golongan minoritas. Yang ada adalah komunitas atau golongan yang jumlah anggotanya lebih sedikit. Mereka bukan untuk dikucilkan atau dikasihani, tetapi harus diberikan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam pemerintahan dan pembangunan Kota Salatiga,” tegasnya.

Robby juga mengajak seluruh Ormas mengambil peran aktif sebagai garda terdepan dalam membangun lingkungan yang inklusif dengan merangkul kelompok rentan, seperti perempuan, penyandang disabilitas, anak-anak, lansia, masyarakat prasejahtera, serta kelompok dengan jumlah anggota yang lebih sedikit.

Selain itu, Wali Kota mengingatkan pentingnya bijak bermedia sosial di tengah derasnya arus informasi digital. Masyarakat diharapkan tidak mudah terpancing komentar negatif maupun informasi hoaks yang berpotensi memicu perpecahan dan mengganggu kerukunan.
“Mari kita jadikan perbedaan sebagai ruang untuk berdialog, bukan alasan untuk berkonflik. Jadilah penengah yang bijak dan jangan mudah terpengaruh komentar negatif di media sosial. Fokus kita hanya satu, membangun Salatiga yang lebih baik dan maju bersama,” pesannya.

Kegiatan audiensi dilanjutkan dengan diskusi dan dialog bersama Forkopimda serta perwakilan Ormas. Forum ini menjadi ruang bertukar pandangan, menyampaikan aspirasi, dan membahas berbagai persoalan sosial kemasyarakatan guna memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, unsur Forkopimda, dan Ormas dalam menjaga kerukunan serta mewujudkan Salatiga yang semakin inklusif.

Categories:

Tags:

Comments are closed